Irama Yosim Pancar Edgar Aronggear Hipnotis Pengunjung Festival Sagu Papua


JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Kemeriahan Festival Sagu Papua 2026 semakin terasa dengan kehadiran musisi lokal kenamaan, Edgar Aronggear. Mewakili Aliansi Seniman Musik Papua, Aronggear berhasil menghipnotis pengunjung yang memadati lokasi festival dengan deretan lagu bernuansa budaya Papua yang kental.

Dalam penampilannya, Edgar membawakan karya-karya yang secara khusus dikolaborasikan untuk mengangkat tema besar festival, yakni sagu. Ia mengungkapkan bahwa genre musik Yosim Pancar tetap menjadi identitas utamanya dalam menghibur masyarakat.

“Yosim Pancar itu sarana saya menghibur masyarakat dengan apa yang bisa saya sampaikan," ujar dia pada Selasa, 28 April 2026.

Awalnya, Edgar hanya dijadwalkan tampil selama 15 menit. Namun, tingginya permintaan dari penonton yang hadir membuat durasi penampilannya ditambah melalui kebijakan dari Kepala Kementerian Hukum
 (Kemenkum), Anthonius Ayorbaba.

Aronggear melihat bahwa masyarakat di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya memang sangat membutuhkan hiburan berkualitas seperti yang ditawarkan dalam festival ini.

"Masyarakat sangat terhibur dengan ciri khas Papua, terutama Yosim Pancar dan cerita-cerita yang kami bawakan secara jenaka. Kehadiran Festival Sagu ini juga membuka peluang bagi para pelaku UKM di Papua," tambahnya.

Menanggapi adanya riak kekecewaan dari beberapa pelaku hiburan terkait penyelenggaraan acara, ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap Tanah Papua. Menurutnya, koordinasi dengan panitia memang penting, namun kecintaan terhadap budaya harus menjadi prioritas utama.

"Ini persoalan rasa memiliki. Kalau kita memiliki rasa itu terhadap budaya kita, maka di mana ada nyanyian, pasti di situ ada kehidupan. Jika merasa memiliki Papua, seharusnya kita fokus pada karya," tegas Aronggear. 

Selain aspek hiburan, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi para seniman di Tanah Papua. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenkumham Papua yang telah memberikan ruang dan badan hukum yang kuat bagi para musisi lokal.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan para seniman Papua tidak hanya sekadar menyanyi sembarang, tetapi memiliki posisi tawar dan perlindungan karya yang jelas di bawah payung hukum,” harap dia. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya