Chan Chun Sing Sebut Teknologi Kunci Jaga Keamanan dan Keterbukaan Jalur Udara serta Laut ASEAN
KUALA LUMPUR, LELEMUKU.COM – Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga ruang udara dan perairan internasional di kawasan ASEAN tetap aman, terbuka, dan efisien.
Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya pada sesi pleno bertema “Harnessing Emerging Technologies for ASEAN Security” dalam Putrajaya Forum ke-8 yang digelar di Kuala Lumpur, Selasa (21/4/2026).
Dalam pidatonya, Chan menyoroti bahwa perkembangan teknologi tidak boleh hanya dibahas secara teoritis, melainkan harus memiliki manfaat nyata, terutama dalam menjaga jalur perdagangan global. Ia mencontohkan pentingnya kawasan seperti Selat Malaka yang menjadi jalur strategis perdagangan internasional.
Menurutnya, gangguan terhadap jalur udara dan laut dapat berdampak besar terhadap rantai pasok global, pasar energi, hingga biaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan memiliki kepentingan bersama untuk menjaga jalur tersebut tetap terbuka dan aman.
Chan menjelaskan bahwa teknologi modern telah membantu meningkatkan transparansi dan keamanan. Sistem seperti Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) dan Automatic Identification System (AIS) kini memungkinkan pelacakan pesawat dan kapal secara real time. Teknologi ini memberikan visibilitas yang lebih baik dibandingkan metode lama yang bergantung pada radar terbatas.
“Transparansi membangun kepercayaan, yang menjaga keterbukaan. Keamanan dan efisiensi dapat dikelola tanpa perdebatan yang tidak perlu mengenai kedaulatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi baru seperti digital twin untuk memodelkan lalu lintas udara dan laut, serta sistem manajemen lalu lintas pesawat tanpa awak (UTM). Selain itu, ia juga menyoroti tantangan keamanan, termasuk potensi gangguan terhadap sistem GPS dan pentingnya penguatan keamanan siber di jaringan informasi.
Dalam konteks ASEAN, Chan mengusulkan tiga langkah utama, yakni memperkuat konektivitas sistem antarnegara, menyelaraskan standar teknologi, serta meningkatkan pertukaran data yang dapat dipercaya. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengurangi risiko, menutup celah pengawasan, dan memperkuat kepercayaan antarnegara di kawasan.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, ASEAN harus tetap menjadi kawasan yang mengedepankan kerja sama kolektif, harmoni, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Ini akan memungkinkan kita menciptakan stabilitas, membuka peluang, dan menarik investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pidato tersebut menegaskan peran penting teknologi sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas dan konektivitas kawasan ASEAN, sekaligus memastikan jalur udara dan laut tetap terbuka bagi perdagangan global. (joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri