Bukit Tiga Puluh, Benteng Terakhir Harimau Sumatra dan Suku Adat Riau

Bukit Tiga Puluh, Benteng Terakhir Harimau Sumatra dan Suku Adat Riau

PEKANBARU, LELEMUKU.COM – Di antara hamparan hijau Provinsi Riau yang terus terdesak oleh alih fungsi lahan, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh berdiri sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati Sumatra. 

Kawasan seluas 144.223 hektare ini bukan sekadar hutan lindung biasa, melainkan rumah bagi satwa-satwa langka yang terancam punah sekaligus tempat hidup komunitas masyarakat adat yang telah mendiaminya selama berabad-abad.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi, memiliki ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah yang unik. 

Kawasan ini merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan, menjadikannya berbeda dari taman nasional lainnya di Indonesia. Posisinya sebagai daerah tangkapan air pun menjadikan kawasan ini hulu bagi sejumlah sungai besar di sekitarnya.

Bagi para pencinta satwa liar, Bukit Tiga Puluh adalah surga pengamatan fauna. Di sinilah Harimau Sumatra yang kian langka masih dapat ditemukan bersama Beruang Madu, Tapir, Siamang, Kancil, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw, dan berbagai jenis satwa lainnya. 

Sementara di antara belantara hutannya, tumbuh flora langka yang diduga endemik, yakni Cendawan Muka Rimau atau Rafflesia haseltii, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dan pecinta alam.

Yang membuat Bukit Tiga Puluh semakin istimewa adalah keberadaan komunitas masyarakat adat yang masih mendiami kawasan ini secara harmonis bersama alam. 

Suku Talang Mamak, Anak Rimba, dan Melayu Tua adalah komunitas yang selama generasi telah menjaga keseimbangan ekosistem hutan ini dengan kearifan lokal mereka yang tak ternilai.

Dengan kekayaan hayati dan nilai budaya yang begitu tinggi, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh sesungguhnya menawarkan pengalaman wisata alam dan edukasi konservasi yang sulit ditandingi. 

Namun di balik potensinya yang besar, kawasan ini terus membutuhkan perhatian dan komitmen semua pihak untuk menjaga kelestariannya agar generasi mendatang masih bisa menyaksikan keajaiban alam Riau yang tersisa ini. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya