Iran Laporkan 201 Korban Jiwa Akibat Serangan Gabungan AS-Israel, Termasuk Serangan ke Sekolah dan Markas Pemimpin
TEHERAN, LELEMUKU.COM - Menurut data resmi dari Bulan Sabit Merah Iran dan media pemerintah, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 telah menewaskan 201 orang di wilayah Iran.
Korban tersebut berasal dari sekitar 500 target yang diserang, meliputi fasilitas militer, situs nuklir, pangkalan rudal, dan kompleks kepemimpinan rezim.
Serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan program nuklir Iran, menghancurkan ancaman rudal jarak jauh, serta menghentikan serangan Iran terhadap negara-negara tetangga.
Target utama mencakup markas dan kediaman pejabat senior, termasuk kompleks Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran yang dilaporkan hancur dan berasap.
Hingga kini status dan kondisi Khamenei masih belum jelas, dengan laporan saling bertentangan antara media Israel yang menyatakan kemungkinan besar ia tewas dan pernyataan pejabat Iran yang mengklaim ia masih hidup.
Di antara korban, sebagian besar adalah personel militer, ilmuwan, dan staf yang terkait langsung dengan program nuklir serta rudal Iran.
Tidak ada warga sipil yang menjadi target pribadi atau memiliki keterlibatan langsung dalam konflik tersebut. Namun, operasi berskala besar ini tidak luput dari korban sipil tak terduga, termasuk serangan yang mengenai sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan lima siswi menurut kantor berita resmi IRNA.
Pemerintah Iran menyebut korban sipil sebagai bukti kejahatan perang dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel menegaskan bahwa operasi Roaring Lion serta Operation Epic Fury difokuskan pada target militer dan kepemimpinan rezim, bukan penduduk sipil.
Serangan dilakukan secara jarak jauh melalui rudal, drone, dan serangan udara tanpa invasi darat, sehingga tidak ada target kepemimpinan Amerika Serikat atau Israel yang menjadi sasaran balasan langsung dalam bentuk invasi serupa.
Eskalasi ini telah memicu serangan balasan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania, serta penutupan Selat Hormuz yang diumumkan IRGC. Situasi tetap sangat tegang dengan risiko korban sipil lebih lanjut di kedua belah pihak akibat operasi militer yang terus berlanjut.(evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
