Donal Trump Nyatakan Ayatollah Ali Khamenei dan Mayoritas Pemimpin Iran Sudah Tidak Lagi Ada

Donal Trump Nyatakan Ayatollah Ali Khamenei dan Mayoritas Pemimpin Iran Sudah Tidak Lagi Ada

WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sebagian besar kepemimpinan Iran "no longer exists" (tidak lagi ada) dalam wawancara dengan ABC News pada 1 Maret 2026. 

Pernyataan ini menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai target di Teheran dan wilayah Iran lainnya pada 28 Februari 2026.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Fox News bahwa Washington sepakat dengan penilaian Israel bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah dieliminasi dalam serangan awal ke Teheran. 

Selain Khamenei, hingga sepuluh pemimpin senior Iran lainnya dilaporkan tewas, termasuk Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan serangan dipercepat karena muncul "target of opportunity" (kesempatan sasaran yang langka), di mana intelijen menunjukkan banyak pejabat tinggi berada di lokasi yang dapat diserang secara bersamaan.

Konfirmasi ini memperkuat laporan sebelumnya dari pejabat Israel, termasuk Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter, yang menyatakan bahwa jenazah Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleks kediamannya. 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyebut "semakin banyak tanda" bahwa Khamenei tidak lagi hidup, dengan menantu laki-laki, menantu perempuan, dan sekretaris pribadinya turut tewas dalam serangan tersebut.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi Roaring Lion dan Operation Epic Fury yang menyasar fasilitas militer, situs nuklir, pangkalan rudal, serta kompleks kepemimpinan rezim Iran. 

Tujuan utama adalah melumpuhkan program nuklir, menghancurkan kemampuan rudal jarak jauh, dan menciptakan kondisi bagi perubahan rezim dari dalam.

Pihak Iran hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kematian Khamenei atau pemimpin senior lainnya. 

Media negara seperti IRNA dan Tasnim News Agency tetap diam mengenai nasib Pemimpin Tertinggi, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa Khamenei masih hidup "sejauh yang saya ketahui". Ketidakjelasan ini menimbulkan spekulasi bahwa rezim berupaya menjaga stabilitas internal di tengah kekosongan kekuasaan potensial.

Kematian Khamenei dan pemimpin senior lainnya, jika benar, akan menjadi pukulan terbesar bagi Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Majelis Ahli akan segera memilih pengganti, meskipun proses tersebut berpotensi memicu perpecahan di kalangan Garda Revolusi dan faksi politik. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya