Ayatollah Naser Makarem Shirazi Nyatakan Jihad Melawan AS dan Israel, Balas Dendam atas Kematian Khamenei

Ayatollah Naser Makarem Shirazi Nyatakan Jihad Melawan AS dan Israel, Balas Dendam atas Kematian Khamenei

TEHERAN, LELEMUKU.COM - Grand Ayatollah Naser Makarem Shirazi, salah satu ulama Syiah paling berpengaruh di Iran, secara resmi menyatakan jihad melawan Amerika Serikat dan Israel. 

Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita Tasnim pada 1 Maret 2026, sebagai respons terhadap serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut laporan Tasnim, Ayatollah Makarem Shirazi menyatakan bahwa "balas dendam atas darah martir Pemimpin Revolusi Islam adalah kewajiban agama bagi seluruh umat Muslim di dunia". 

Ia menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya agresi militer, melainkan perang terhadap Islam dan kepemimpinan umat, sehingga jihad menjadi tugas wajib (fardhu ain) bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya.

Pernyataan ini muncul di tengah kekosongan kekuasaan setelah kematian Khamenei yang dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan Amerika Serikat. 

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan awal ke Teheran, bersama puluhan pemimpin senior IRGC dan rezim. 

Ayatollah Makarem Shirazi, yang dikenal sebagai marja' taqlid (sumber taqlid) bagi jutaan pengikut Syiah, menyerukan persatuan umat Islam global untuk membalas dendam dan mempertahankan kehormatan Islam.

Fatwa atau pernyataan ini semakin memperkuat narasi perlawanan Iran pasca-kematian Khamenei. Tasnim melaporkan bahwa Ayatollah Makarem menekankan bahwa "setiap Muslim yang mampu harus berkontribusi dalam jihad ini, baik secara fisik, finansial, maupun melalui doa dan dukungan moral". Ia juga memperingatkan bahwa diam terhadap agresi ini adalah dosa besar.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi internasional. Beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Teluk lainnya mengecamnya sebagai provokasi berbahaya yang dapat memperluas konflik menjadi perang suci global. Di sisi lain, kelompok-kelompok militan pro-Iran seperti Hizbullah, Houthi, dan milisi Syiah di Irak menyatakan dukungan penuh terhadap seruan jihad ini.

Situasi di Iran tetap sangat tegang, dengan evakuasi massal dari Teheran dan kota-kota besar lainnya terus berlangsung. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah memerintahkan sekolah ditutup dan kantor beroperasi 50 persen kapasitas, sambil mendesak warga meninggalkan ibu kota karena ancaman serangan lanjutan.

Pernyataan Ayatollah Makarem Shirazi ini menandai eskalasi ideologis dalam konflik yang telah merenggut nyawa ratusan orang dan mengganggu stabilitas kawasan serta ekonomi global, termasuk lonjakan harga minyak dan gangguan perdagangan melalui Selat Hormuz.(evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya