Kremlin Setuju Hentikan Serangan Rusia ke Infrastruktur Energi Ukraina hingga 1 Februari 2026
MOSKOW, LELEMUKU.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui permintaan pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina hingga Minggu 1 Februari 2026. Keputusan ini diambil untuk mengurangi dampak kemanusiaan akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda Ukraina, di mana suhu diperkirakan mencapai minus 30 derajat Celsius di Kyiv dan wilayah lainnya.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi pada Jumat 30 Januari 2026 bahwa Trump telah mengajukan permohonan pribadi kepada Putin agar Rusia menahan diri dari menyerang Kyiv dan daerah sekitarnya selama seminggu hingga 1 Februari. Menurut Peskov, permintaan ini bertujuan menciptakan kondisi menguntungkan bagi proses negosiasi yang dipimpin Washington untuk mengakhiri hampir empat tahun perang antara Rusia dan Ukraina.
Trump sendiri menyatakan dalam rapat kabinet di Gedung Putih sehari sebelumnya bahwa ia secara pribadi meminta Putin untuk tidak menyerang Kyiv dan berbagai kota selama seminggu karena cuaca sangat dingin. Ia menekankan bahwa langkah ini diambil demi alasan kemanusiaan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik pengumuman tersebut, meski dengan sikap hati-hati. Dalam pernyataan di media sosial, Zelensky mengatakan bahwa tidak ada serangan besar terhadap fasilitas energi Ukraina pada malam sebelumnya. Namun ia menambahkan bahwa kemarin sore infrastruktur energi di beberapa wilayah masih terkena serangan. Zelensky juga menyatakan bahwa jika Rusia tidak menyerang infrastruktur energi Ukraina, Kyiv juga tidak akan menyerang infrastruktur Rusia.
Serangan Rusia terhadap jaringan energi Ukraina sepanjang musim gugur dan musim dingin 2025 telah merusak lebih dari 70 persen kapasitas pembangkit listrik, menyebabkan pemadaman bergilir di banyak wilayah, termasuk Kyiv, Kharkiv, dan Odessa. Jeda serangan ini diharapkan memberikan waktu bagi Ukraina untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan menambah pasokan listrik darurat dari negara tetangga Eropa.
Kesepakatan ini dicapai melalui saluran diplomatik tidak langsung, meskipun detailnya belum diungkap secara lengkap. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak menyerang fasilitas pembangkit listrik, gardu induk, dan jaringan transmisi selama periode jeda tersebut.
Situasi ini menjadi jeda sementara di tengah eskalasi konflik yang berlangsung hampir empat tahun. Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Eropa, menyambut positif langkah ini sebagai upaya kemanusiaan, meski tetap mendesak kedua pihak untuk kembali ke meja negosiasi guna mencapai gencatan senjata permanen. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri