Iran Diduga Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua dengan Bantuan Rusia, Trump Siap Serang
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah laporan intelijen Amerika Serikat menyebut Iran diduga telah melakukan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) dengan bantuan teknis Rusia.
Presiden Donald Trump dikabarkan sedang mempersiapkan respons militer baru, sementara armada perang AS mengelilingi kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada sekitar 780 kilometer dari wilayah Iran.
Ketua Komite Keamanan Nasional Iran, Laksamana Ali Shamkhani, menyatakan sikap tegas dalam pernyataan resminya. Ia mengatakan bahwa sejak Amerika Serikat, berdasarkan kesalahan perhitungan presidennya yang narsis, mungkin melakukan tindakan bodoh lagi, ia berharap prajurit Amerika di kawasan tersebut sudah mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga mereka.
Kelompok tempur yang mengelilingi USS Abraham Lincoln terdiri dari delapan skuadron pesawat tempur, termasuk F/A-18E Super Hornet dan F-35C Lightning II, dengan total 48 unit pesawat. Jumlah kapal perusak AS di kawasan tersebut meningkat menjadi enam unit, masing-masing membawa hingga 96 peluncur rudal serbaguna. Peluncur tersebut tidak terbatas pada rudal jelajah jarak jauh BGM-109 Tomahawk yang presisi tinggi, tetapi juga mampu membawa berbagai jenis rudal lainnya.
Laporan intelijen yang bocor menyebutkan bahwa uji coba rudal Iran dilakukan dengan dukungan teknis Rusia, termasuk kemungkinan transfer teknologi pendorong dan panduan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Iran semakin mendekati kemampuan mencapai target di daratan Amerika Serikat atau sekutu utamanya.
Pentagon belum memberikan konfirmasi resmi atas uji coba tersebut, namun pengerahan armada besar di sekitar Teluk Persia dan Laut Arab menunjukkan tingkat kesiapan tempur yang sangat tinggi. Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang membawa ratusan pesawat tempur dan helikopter, menjadi pusat kekuatan proyeksi AS di kawasan tersebut.
Laksamana Ali Shamkhani mempertegas sikap defensif Iran di tengah ancaman potensial serangan AS. Ia menekankan bahwa setiap tindakan militer AS akan mendapat respons yang setimpal dan memperingatkan prajurit Amerika untuk bersiap menghadapi konsekuensi. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri