Indonesia Jadi Anggota Pendiri Board of Peace, Komitmen US$1 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Board of Peace secara resmi menyambut Indonesia sebagai anggota pendiri organisasi internasional yang bertujuan mengawasi gencatan senjata Israel-Hamas dan rekonstruksi Gaza. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Board of Peace pada 21 Januari 2026, menyusul penandatanganan piagam oleh Presiden Prabowo Subianto di Davos, Swiss.
Board of Peace merupakan organisasi internasional yang diprakarsai untuk mengawasi implementasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta memfasilitasi upaya rekonstruksi Gaza. Indonesia menjadi salah satu negara pendiri yang bergabung dalam inisiatif perdamaian ini bersama negara-negara lain yang berkomitmen terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Sebagai bagian dari komitmennya, Indonesia telah menyatakan kesediaan untuk menyumbang secara sukarela sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun untuk upaya rekonstruksi Gaza. Kontribusi ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mendukung pemulihan wilayah yang telah lama dilanda konflik berkepanjangan.
Presiden Prabowo Subianto saat menandatangani piagam Board of Peace di Davos menyatakan optimisme bahwa penderitaan rakyat Gaza telah berkurang dengan derasnya bantuan kemanusiaan yang masuk. Ia menegaskan kesiapan Indonesia untuk ikut serta dalam upaya perdamaian dan rekonstruksi Gaza.
Namun keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace dan komitmen dana US$1 miliar menuai kritik dari sebagian masyarakat. Di media sosial, terutama platform X, reaksi warga Indonesia didominasi oleh kemarahan dan kekecewaan terhadap kebijakan ini.
Kritik menyoroti kemiskinan yang masih tinggi di dalam negeri dan mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengalokasikan dana yang sangat besar untuk luar negeri. Banyak warganet yang menilai dana tersebut seharusnya digunakan untuk mengatasi masalah domestik seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.
Sebagian lainnya menganggap keputusan ini bertentangan dengan dukungan historis Indonesia terhadap Palestina dan menuduh adanya pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Ada juga sindiran terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu selaras dengan kebijakan Amerika Serikat dalam inisiatif Board of Peace ini.
Meski demikian, pemerintah Indonesia belum memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme penyaluran dana US$1 miliar tersebut dan bagaimana kontribusi tersebut akan digunakan dalam upaya rekonstruksi Gaza. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bantuan ini menjadi hal penting yang ditunggu publik. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri