Diplomasi Vertikal Taiwan Lewat Pendakian Ekstrem Taipei 101
TAIPEI, LELEMUKU.COM - Saat ribuan pasang mata tertuju pada Alex Honnold yang merayap naik tanpa tali pengaman di gedung Taipei 101 Minggu kemarin, Taiwan sebenarnya sedang memainkan permainan geopolitik yang jauh lebih besar dari sekadar atraksi olahraga ekstrem.
Dalam era di mana Taiwan lebih sering muncul di berita internasional karena ancaman militer China atau dominasi industri semikonduktornya, pendakian free solo selama 91 menit ini menawarkan narasi yang sangat berbeda dan mungkin justru itulah intinya.
Melalui kamera siaran langsung Netflix, dunia tidak hanya melihat Taipei 101 tetapi juga kehangatan dan semangat masyarakat Taiwan, serta keindahan perbukitan dan pemandangan negeri ini, tulis Presiden Lai Ching-te di halaman Facebook-nya, dengan pilihan kata yang tampak sangat diperhitungkan.
Kalimat tersebut mengungkapkan strategi yang lebih dalam, yakni menggunakan momen viral global untuk mengubah persepsi internasional tentang Taiwan dari zona ketegangan geopolitik menjadi destinasi yang berani, modern, dan menyambut.
Keputusan pemerintah kota dan manajemen Taipei 101 untuk memberikan izin penuh bagi pendakian tanpa pengaman ini, sesuatu yang sangat jarang terjadi di industri gedung pencakar langit, menunjukkan kepercayaan diri yang strategis. Executive Producer James Smith bahkan menyebut Taipei 101 sebagai ikon sejati negara ini.
Bandingkan dengan pendakian sebelumnya tahun 2004 oleh Alain Robert yang dijuluki Spiderman. Pendaki asal Prancis itu membutuhkan waktu empat jam dan masih menggunakan tali pengaman. Kali ini, Taiwan berani mengambil risiko lebih besar dengan membiarkan Honnold naik tanpa perlindungan sama sekali, sebuah metafor yang kuat untuk negara yang terus bertahan di tengah tekanan internasional.
Kolaborasi dengan Netflix sebagai platform penyiaran juga bukan kebetulan. Dengan jangkauan global yang masif, siaran langsung ini memastikan jutaan pemirsa di seluruh dunia menyaksikan tidak hanya Honnold, tetapi juga kerumunan pendukung Taiwan yang antusias, skyline Taipei yang modern, dan citra sebuah negara yang percaya diri.
Ini adalah cara yang indah untuk melihat Taipei, kata Honnold di puncak menara setinggi 508 meter tersebut. Tapi bagi Taiwan, mungkin ini juga cara yang indah untuk membuat dunia melihat mereka, bukan sebagai titik konflik, melainkan sebagai tempat di mana hal-hal luar biasa bisa terjadi.
Gedung Taipei 101 sendiri pernah menjadi gedung tertinggi di dunia dari tahun 2004 hingga 2010, sebelum posisinya diambil alih oleh Burj Khalifa di Dubai. Kini gedung yang mendominasi skyline kota ini menjadi daya tarik wisata utama dan panggung bagi Taiwan untuk menunjukkan wajah berbeda kepada dunia internasional. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri