-->

Angkatan Laut Cina dan Pakistan Gelar Latihan Bersama di Laut Arab


RIYADH, LELEMUKU.COM - Angkatan Laut Cina dan Pakistan mengadakan latihan bersama selama seminggu di Laut Arab beberapa hari setelah Armada Pasifik Rusia dan Myanmar berlatih menangkis serangan dalam latihan maritim pertama mereka, sementara India dan Amerika Serikat menjanjikan kerja sama keamanan.

Di pangkalan angkatan laut di Karachi pada Sabtu, angkatan laut Cina dan Pakistan memulai latihan di perairan dan wilayah udara Laut Arab bagian utara dalam latihan yang mencakup operasi anti-kapal selam. Latihan ini akan berakhir pada 17 November.

Selama latihan tersebut, Cina dan Pakistan akan melakukan patroli maritim bersama untuk pertama kalinya, Harian Tentara Pembebasan Rakyat melaporkan pada Senin, 13 November 2023.

Latihan ini merupakan tindak lanjut dari apa yang digambarkan Moskow sebagai “latihan angkatan laut Rusia-Myanmar pertama dalam sejarah modern” yang diadakan pada 7-9 November di Laut Andaman di pinggiran timur laut Samudera Hindia, sebuah tonggak sejarah bagi kehadiran angkatan laut Rusia di laut yang dianggap Amerika sebagai salah satu kepentingan keamanan globalnya.

Laksamana Tributs dan Laksamana Panteleyev, dua kapal besar anti-kapal selam Rusia, melakukan latihan dengan fregat dan korvet angkatan laut Myanmar, menurut kantor berita Interfax pekan lalu.

Di tengah dorongan untuk hubungan keamanan yang lebih dalam antara Cina dan Pakistan, serta Rusia dan Myanmar, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengadakan pembicaraan pertahanan di New Delhi pada 10 November dengan rekan-rekan mereka dari India.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah apa yang disebut "Dialog 2+2", pemerintah AS dan India menyatakan keprihatinan mendalam atas perang di Ukraina namun tidak secara eksplisit menyebutkan Rusia. Mereka juga berjanji berkomitmen untuk menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

New Delhi dengan hati-hati menjaga hubungan jangka panjangnya dengan Rusia, termasuk kerja sama di bidang pertahanan, bahkan ketika hubungannya dengan Washington semakin kuat.

Cina juga tidak disebutkan dalam pernyataan bersama tersebut, meskipun seorang pejabat pemerintah India mengatakan sebelum pembicaraan bahwa Cina akan menjadi salah satu “titik fokus utama”.

Kehati-hatian dalam perundingan tersebut terjadi menjelang pertemuan yang sangat dinanti antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping di San Francisco minggu ini, di mana Washington diperkirakan akan mengupayakan pembentukan kembali hubungan militer-ke-militer dengan Beijing. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel