-->

Polisi Selandia Baru Tangkap Tersangka Pembakaran Hostel


WELLINGTON, LELEMUKU.COM - Polisi Selandia Baru mengatakan telah menangkap dan mendakwa seorang pria dengan dua tuduhan pembakaran terkait kebakaran hostel di ibu kota, Wellington, yang menewaskan sedikitnya enam orang minggu ini.

Kebakaran terjadi di lantai atas Loafers Lodge di pinggiran kota Newtown pada Selasa dini hari. Kebakaran menyebabkan kerusakan struktural yang luas pada bangunan empat lantai dengan 92 kamar yang menghambat upaya untuk masuk ke dalam

"Penyelidikan atas kebakaran sedang berlangsung dan polisi belum mengesampingkan tuduhan lebih lanjut yang lebih serius sehubungan dengan kematian di tempat kejadian," kata polisi dalam pernyataan di Facebook pada Kamis 18 Mei 2023.

Pihak berwenang membuka penyelidikan pembunuhan pada Rabu setelah mengatakan bahwa ada dugaan pembakaran.

Beberapa jam sebelum mengumumkan bahwa mereka telah menangkap dan menuntut pria itu, polisi memindahkan dua mayat pertama dari bagian dalam asrama Loafers Lodge yang hangus.

Inspektur Dion Bennett, penjabat komandan distrik Wellington, mengatakan tim pengintai telah melakukan pemeriksaan persiapan awal gedung dan diharapkan dapat mengeluarkan dua mayat lagi pada Jumat.

"Pemeriksaan TKP diperkirakan memakan waktu beberapa hari," kata Bennett, seraya menambahkan bahwa polisi tidak mengetahui berapa banyak orang yang tewas dalam kebakaran itu.

Menurut pejabat darurat, asrama itu tidak dilengkapi dengan alat penyiram api.

Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan kode bangunan negara tidak memerlukan alat penyiram di gedung-gedung tua di mana mereka perlu dipasang kembali.

“Saya telah meminta menteri perumahan untuk melihat secara khusus masalah seputar peraturan bangunan untuk melihat apakah ada hal lain yang harus kita lakukan dengan benar pada saat ini,” kata Hipkins kepada wartawan pada hari Rabu.

Salah satu yang selamat, Simon Hanify, mengatakan bahwa dia hanya lolos secara kebetulan.

Alarm asap di gedung sering berbunyi tanpa alasan, katanya.

“Aku bahkan tidak akan meninggalkan kamarku. Tapi aku merasa ingin merokok. Saya pikir saya harus keluar karena saya biasanya membagikannya dengan orang lain, ”kata Hanify, Rabu. “Saat keluar ada asap yang turun dari tangga, di langit-langit dan lorong kami,” katanya. (Al Jazeera|Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel