-->

Maruf Amin Hadiri Pengukuhan KDEKS Provinsi Bengkulu


BENGKULU, LELEMUKU.COM - Potensi besar Indonesia dalam pasar industri halal global tak lepas dari iringan persaingan ketat antarnegara. Bahkan negara-negara dengan mayoritas penduduk non-muslim pun kini turut menggalakkan kontribusinya pada ekspor pangan halal dunia.

Untuk itu, industri halal dan keuangan syariah yang mewakili dua sektor potensial di Indonesia perlu dikembangkan secara lebih optimal, termasuk dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal di daerah melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).

“Peran aktif dan sumbangsih kontributif KDEKS Bengkulu saya minta difokuskan untuk mendukung pengembangan dan penguatan program-program KNEKS sesuai dengan potensi kearifan lokal,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Pengukuhan KDEKS Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Jl. Indracaya, Kec. Teluk Segara, Kota Bengkulu, Rabu (03/05/2023).

Hal tersebut, lanjut Wapres, untuk mendukung Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang tengah gencar menggerakkan aksi-aksi nyata untuk percepatan kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air, utamanya pada bidang industri produk halal, jasa keuangan syariah, dana sosial syariah, bisnis dan kewirausahaan syariah, termasuk infrastruktur ekosistem syariah.

“Terbentuknya KDEKS di Provinsi Bengkulu saya harapkan dapat menjadi motor penggerak dan dirigen untuk percepatan implementasi program-program, serta penyelaras gerak segenap pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah di pusat dan daerah,” harapnya.

Oleh sebab itu, Wapres meminta dalam bidang industri produk halal, KDEKS Bengkulu dan pemangku kepentingan lainnya agar mendorong pengembangan ekosistem industri kesehatan syariah, percepatan sertifikasi halal bagi UMKM dan sertifikasi halal bagi rumah potong hewan, termasuk pengembangan sentra Industri Kecil dan Menengah Halal, serta pariwisata ramah muslim.

“Sertifikasi halal UMKM agar diakselerasi untuk menaikkan daya saing produk-produknya hingga mampu menembus pasar halal global,” pintanya.

Selanjutnya, sebut Wapres, pada bidang jasa keuangan syariah, seiring tren kinerja perbankan syariah di Provinsi Bengkulu beberapa tahun terakhir yang cenderung meningkat, ia meminta KDEKS Bengkulu terus menggali potensi daerah sekitar, seraya terus mendorong kemudahan akses masyarakat terhadap produk-produk perbankan syariah.

“Selain itu, perlu didorong pemanfaatan alternatif pembiayaan syariah untuk pembangunan di provinsi Bengkulu, seperti penerbitan Sukuk Daerah, maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Syariah. KDEKS Bengkulu juga dapat mendorong pengembangan digitalisasi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah, serta Institusi Keuangan Mikro Syariah berbasis masjid, pesantren, dan lainnya,” papar Wapres.

Kemudian, Wapres juga meminta KDEKS dapat memberikan perhatian khusus pada ribuan masjid dan puluhan pondok pesantren yang telah terdaftar di Provinsi Bengkulu untuk dioptimalkan sebagai kekuatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya mendengar ada ponpes yang sudah berhasil mengembangkan wisata religi dan budidaya lebah madu. Ini contoh bagus yang harus ditularkan ke ponpes-ponpes yang lain, baik di dalam maupun luar wilayah Bengkulu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam laporannya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah selaku Ketua KDEKS Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa penerapan konsep ekonomi dan keuangan syariah sangat dinantikan masyarakat Bengkulu.

“Bahkan angka harapan masyarakat di angka 90 persen terutama dalam produk-produk industri jasa keuangan,” ujarnya.

Bahkan, Rohidin meyakinkan kepada banyak pihak bahwa konsepsi ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia.

“Kami yakin betul bahwa [Ekonomi syariah] adalah konsepsi ekonomi yang sangat fitrah, sejalan dengan keingingan manusia dan keseimbangan alam semesta,” terangnya.

Tampak hadir pada acara ini, Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah Syahili Sibarani beserta Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, Plt. Direktur Eksekutif KNEKS Taufik Hidayat, serta segenap Pengurus KDEKS Provinsi Bengkulu.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W. S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Arif Rahmansyah Marbun, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (Setwapres)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel