-->

Dibrilian Jornes Tawarisi Rumbewas, Mahasiwa Papua Korban Cacat akibat Bentrok Antar Kelompok di Yogyakarta

Dibrilian Jornes Tawarisi Rumbewas, Mahasiwa Papua Korban Cacat akibat Bentrok Antar Kelompok di Yogyakarta.lelemuku.com.jpg

YOGYAKARTA, LELEMUKU.COM - Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) menyatakan bahwa Mahasiswa Papua yang menjadi korban salah sasaran dari bentrok antar kelompok di kawasan Babarsari, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta) bernama Dibrilian Jornes Tawarisi Rumbewas.

Pria yang biasa dipanggil Ian ini merupakan salah satu mahasiswa akhir di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang berasal dari Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Mahasiswa yang pernah bersekolah di SMK Hermon Timika di bagian Geologi Pertambangan ini menjadi korban salah sasaran dalam pertikaian yang terjadi antara AMKEI dari Maluku dan Melanesia dari NTT pada Sabtu 1 Juli 2022 subuh di Jalan Seturan dan Jambu Sari.

Menurut surat pemberitahuan yang beredar pada 3 Juli 2022 tersebut menjelaskan kondisi mahasiswa 20 tahun itu yang cacat permanen karena menjadi korban salah sasaran.

"Korban mengalami cacat permanen, yaitu tangan kanan terputus, tangan kiri tempurung tangan terpotong, kaki mengalami luka sayatan. Posisi terakhir korban sekarang berada di RS JIH timur Polda DIY," isi dari pernyataan tersebut.

Akibat penyerangan yang mengakibatkan korban salah sasaran tersebut, IPMAPA mengeluarkan surat pemberitahuan tersebut untuk seluruh paguyuban, mahasiswa, pelajar yang berasal dari Papua untuk berkumpul pada Senin 4 Juli di Polda DIY.

Mereka menuntut agar polisi segera menangkap pelaku penyerangan yang mengakibatkan adanya korban salah sasaran.

"Dengan agenda meminta pertanggung jawaban polisi agar secepatnya menangkap pelaku salah sasaran yang mengakibatkan korban dari kami mahasiswa Papua. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terimakasih," tutut mereka.

Tuntutan itu kemudian dilaksanakan dengan melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polda (Mapolda) DIY pada Senin.

Awalnya aksi unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa Papua tersebut berlangsung dengan damai.

Namun aksi tersebut berubah ricuh setelah massa yang selesai melakukan aksi unjuk rasa balik dari Mapolda DIY dan memblokade kawasan Babarsari dengan membawa senjata tajam.

Mereka kemudian meluapkan kekecewaan dengan membakar ban, kendaraan di jalan dan beberapa bangunan di kawasan yang diduga dikelola oleh kelompok pelaku yang menyerang mahasiswa Papua tersebut.

Selanjutnya massa membubarkan diri, sementara kepolisian yang tiba dilokasi kejadian memberikan tembakan peringatan ke udara guna mengamankan situasi.

Petugas Damkar kemudian diturunkan kearah lokasi kejadian untuk menjinakkan api yang terjadi di daerah Babarsari. (Albert Batlayeri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel