-->

Heribertus Ngabut Nilai PPL Pendukung Utama Ketahan Pangan di Manggarai

Heribertus Ngabut Nilai PPL Pendukung Utama Ketahan Pangan di Manggarai.lelemuku.com.jpg

RUTENG, LELEMUKU.COM - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan salah satu faktor utama pendukung ketahanan pangan masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, S.H. membuka secara resmi rapat koordinasi dengan PPL Dinas Pertanian se-Kabupaten Manggarai, Kamis pagi (22/4), bertempat di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai.

"Siapa bilang jadi PPL, jadi pengamat hama, adalah sebuah panggilan kelas dua atau kelas tiga. Tidak," kata Wakil Bupati Heri saat menyampaikan sambutan.
"Kita (PPL) adalah baris terdepan untuk sebuah pertaruhan kehidupan melalui bidang pertanian. Keberlangsungan hidup rakyat Manggarai juga sangat ditentukan oleh kita," lanjutnya.

Ditengah situasi pandemi Covid 19 serta keterbatasan anggaran, Wakil Bupati Heri berpesan agar PPL tetap menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab. Di lain pihak, Wakil Bupati Heri juga mengajak para PPL untuk berinovasi baik dalam upaya mengatasi hama tanaman maupun kelangkaan pupuk yang saat ini sedang terjadi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Drh. Yoseph Mantara, memaparkan kondisi terkini yang dihadapi oleh PPL. Jumlah PPL hingga April 2021 sebanyak 101 orang. Dari total tersebut, 3 orang bertugas di tingkat Kabupaten sebagai Kelompok Jabatan Fungsional (KJP) dan 12 orang bertugas sebagai koordinator BPP. Dari rincian tersebut, total PPL yang benar-benar bertugas di desa sebanyak 86 orang, sedangkan jumlah desa atau kelurahan yang ada sebanyak 171.

Sedangkan untuk wilayah binaan yang ditangani PPL, lanjutnya, dirinci sebagai berikut; PPL yang menangani 1 desa sebanyak 27 orang, PPL yang menangani 2 desa sebanyak 41 orang, PPL yang menangani 3 desa sebanyak 13 orang, dan PPL yang menangani 4 desa sebanyak 5 orang.

"Menurut amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006, satu PPL harus menangani 1 desa. Apabila merujuk peraturan tersebut, maka Kabupaten Manggarai masih membutuhkan tambahan 85 orang tenaga PPL", tuturnya.

Lalu untuk Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), jumlah yang ada sebanyak 17 orang tersebar di 12 kecamatan. "Idealnya satu kecamatan ditangani oleh dua orang POPT, sehingga kekurangan POPT sebanyak 7 orang", imbuhnya. (protokolmanggarai)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel