Nature

Inilah Pidato Presiden Nauru, Lionel Rouwen Aingimea Saat Berbicara di Debat Umum PBB ke 75



NEW YORK, LELEMUKU.COM -Lionel Rouwen Aingimea, Presiden Republik Nauru saat berbicara dalam sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis, 24 September 2020, di markas besar PBB di New York mengatakan meskipun PBB melalui WHO harus selalu meningkatkan upaya penangangan penanggulangan pandemi di kawasan Pasifik.

"Dengan menggunakan perbatasan negara lain sebagai benteng pertahanannya, Nauru sudah bisa terbebas dari COVID-19. Namun, meskipun WHO telah memainkan peran utama dalam mengelola respons kawasan Pasifik terhadap pandemi, Jalur Kemanusiaan Pasifik untuk COVID-19 terbukti memberatkan, membingungkan, dan tidak efektif. Pada puncak krisis apa pun, kita tidak boleh mengasingkan lebih jauh orang-orang yang seharusnya kita bantu,” katanya.

Dia melanjutkan, pandemi tersebut mengungkap kelemahan sistem pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan terputusnya hubungan antara tanggapan regional yang terkoordinasi dan memenuhi kebutuhan dan prioritas nasional.

"Ini juga menunjukkan kebutuhan untuk lebih siap menghadapi wabah di masa depan," ujar dia.

Keberlanjutan ekonomi adalah pilar inti dari strategi pembangunan Nauru, tetapi negara tersebut memiliki keraguan yang besar sebab sebagai satu-satunya negara yang ditolak akses ke pembiayaan konsesi Bank Dunia karena pendapatan nasional bruto melebihi ambang ekonomi dan merupakan pulau kecil.

"Nauru juga tidak dapat memperoleh pinjaman Bank Dunia karena, menurut lembaga itu, ekonomi kami tidak dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk melayani mereka," papar dia.

Nauru mungkin kasus yang ekstrem, kata dia,  tetapi ini sejalan dengan pengalaman banyak negara berkembang dan keadaan ini memalukan bahkan sebelum pandemi.

“Kami membutuhkan sistem keuangan global yang lebih responsif terhadap kebutuhan mendesak negara berkembang dan saya sangat mendorong Anda untuk menangani masalah ini sebagai bagian dari upaya Anda untuk menegaskan kembali multilateralisme,” katanya.

Beralih ke perubahan iklim, ia mengatakan bahwa mengatasi implikasi keamanannya memerlukan respons multilateral, idealnya melalui pembentukan Kantor Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Iklim dan Keamanan. Perserikatan Bangsa-Bangsa harus segera mengambil tindakan terhadap perubahan iklim untuk mencegah kemunduran ekonomi yang akan semakin memperburuk ketidaksetaraan yang ada di antara negara-negara.

Menggarisbawahi ketergantungan Nauru yang tinggi pada sumber daya laut untuk kelangsungan dan pembangunan ekonominya, dia mendorong Otoritas Dasar Laut Internasional untuk terus bekerja menuju rezim peraturan untuk pengumpulan mineral dasar laut.

Ia juga memberikan apresiasi kepada negara-negara sahabt Nauru diantaranya Australia, Taiwan, Selandia Baru, India, Jepang dan Amerika Serikat yang membantu mereka dalam menanggapi dan menahan virus corona. Sambil juga meminta agar Amerika Serikat tidak melupakan rakyat Kuba yang juga sedang bergelut di bawah pandemi. (PBB)

loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +6281343199624 / +6285254922161. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Loading...
loading...