-->

Inilah Pidato Perdana Menteri Laos, Thongloun Sisoulith di Debat Umum PBB ke 75

Inilah Pidato Perdana Menteri Laos, Thongloun Sisoulith di Debat Umum PBB ke 75.lelemuku.com.jpg

NEW YORK, LELEMUKU.COM - Thongloun Sisoulith, Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, saat berbicara dalam sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu, 26 September 2020, di markas besar PBB di New York menyatakan berbagai pencapaian kerja sama multilateral terwujud di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Banyak upaya bersama semacam itu ditujukan untuk membantu negara-negara yang rentan, terutama negara kurang berkembang, negara berkembang yang terkurung daratan dan negara berkembang kepulauan kecil," papar dia.

Meski demikian, perlu ada penyesuaian, penguatan dan pembenahan organisasi agar dapat menjalankan mandatnya agar sesuai dengan lingkungan saat ini, khususnya dengan meningkatkan kerjasama untuk pembangunan.

"Selain dampak kemanusiaannya, krisis COVID-19 merupakan ancaman besar bagi pembangunan sosial ekonomi di banyak negara, menyebabkan ekonomi dunia mengalami resesi," katanya dengan mencatat bahwa upaya untuk memberantas kemiskinan telah berdampak parah.

Dia mengatakan bahwa pemerintahnya mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang sangat ketat untuk menahan virus dan negara tersebut hanya memiliki 23 infeksi yang dikonfirmasi, dengan nol kematian.

Namun, akses universal ke vaksin tetap penting, tegasnya, mengungkapkan dukungan untuk bantuan WHO bagi negara-negara yang menghadapi kesulitan.

"Untuk pemulihan ekonomi pasca COVID-19, masyarakat internasional harus bersama-sama mengatasi hambatan perdagangan internasional, pendanaan, dan akses teknologi sambil membangun rasa saling percaya dan kerja sama," tegasnya.

Beralih ke perubahan iklim, dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memberikan dukungan keuangan dan pengetahuan teknologi untuk membantu negara-negara kurang berkembang lebih baik dalam menanggapi bencana alam.

"Mengingat dampak negatif pandemi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, negara maju dan mitra pembangunan lainnya harus menghormati komitmen bantuan pembangunan resmi mereka ke negara-negara rentan," ujar dia.

Dia menambahkan bahwa Pemerintahnya telah mengintegrasikan Tujuan dan target mereka ke dalam Rencana Pembangunan Sosial Ekonomi Nasional lima tahun kedelapan untuk 2016-2020 dan akan terus merampingkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke dalam rencana-rencana ke depan.

"Secara umum, negara telah membuat kemajuan signifikan dalam Agenda 2030, termasuk dengan mengurangi kemiskinan dari 46 persen menjadi 18 persen," katanya.

Dalam konteks kerja sama kawasan, Republik Demokratik Rakyat Laos terus mendukung komitmen dan upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas dan keamanan kawasan.(PBB)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel