Kelangkaan BBM Melanda Bali, Antrean di SPBU Mengular hingga Dua Kilometer
DENPASAR, LELEMUKU.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Minggu (11/10/2026), memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengular hingga dua kilometer.
Kelangkaan ini terjadi merata di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Antrean paling panjang didominasi oleh jalur sepeda motor. Sejumlah warga mengaku harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan bahan bakar. Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Tabanan, di mana warga terpaksa mengantre sejak tengah malam demi memastikan kendaraan mereka terisi penuh. Di Denpasar Barat, pantauan aparat mencatat 10 dari 12 SPBU sempat menutup operasionalnya, sementara dua stasiun pengisian yang masih memiliki cadangan BBM langsung diserbu pengendara hingga larut malam. Kelangkaan juga menyebabkan stok BBM di sejumlah penjual eceran, termasuk Pertamini dan Pertashop, dilaporkan kosong.
Gubernur Bali, Wayan Koster, memastikan ketersediaan pasokan BBM di wilayah Bali dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia menyatakan fenomena antrean panjang bukan karena kelangkaan stok, melainkan akibat keterlambatan distribusi yang berbenturan dengan lonjakan permintaan warga.
"Yang sudah pasti adalah stok BBM ada, tersedia cukup. Cuma membawanya dari depo ke SPBU tidak secepat banyaknya warga yang datang. Dari situasi normal melampaui dua, tiga kalinya lebih, kan otomatis ada gap," kata Gubernur Koster saat tiba di Kantor Fuel Terminal Sanggaran sebelum mengikuti rapat dengan Dirut Pertamina, pada Selasa (13/10/2026).
Gubernur Koster menilai lonjakan antrean ini sangat dipengaruhi oleh kepanikan masyarakat atau panic buying. Masyarakat diduga panik dan berbondong-bondong mengisi BBM karena khawatir stok kosong. Ia menjamin ketersediaan energi di Pulau Dewata dengan kebutuhan harian BBM untuk seluruh wilayah Bali berada di angka 2,2 juta liter per hari. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa antrean BBM ini mengganggu aktivitas sektor pariwisata yang menjadi urat nadi ekonomi Bali.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Bali atas kendala antrean BBM yang terjadi di berbagai SPBU. Ia menjelaskan bahwa kendala distribusi tersebut dipicu oleh kendala teknis pada salah satu kapal pengangkut saat proses bongkar muat logistik BBM. Gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar dan bongkar muat yang semula direncanakan pukul 06.30 pagi pada Senin (12/10) menjadi mundur hingga sekitar pukul 10.00 malam.
"Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali," kata Simon.
Pertamina Patra Niaga melaporkan tiga pengiriman bahan bakar yang dijadwalkan pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 akan mengirimkan total gabungan 26.200 kiloliter ke Pulau Bali. Total pasokan darurat sebesar 11.500 kiloliter disiapkan dari dua titik distribusi utama, yakni Depot Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis, dengan total 101 mobil tangki. Pertamina juga mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi pelayanan penuh selama 24 jam. Layanan 24 jam tersebut telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, serta akan segera menyusul di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.
Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan, melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali di Denpasar pada Selasa (13/10). Ia mempertanyakan ketimpangan antara laporan stok Pertamina yang diklaim aman dengan realitas di lapangan.
"Fakta lapangannya tidak aman. Saya datang ke Pertamina untuk mengecek secara teknis dan pemecahan masalah. Kita tidak bisa hanya bicara angka 'stok aman' jika masyarakat harus mengantre berjam-jam," tegas Alit Kelakan.
Polresta Denpasar bersama polsek jajaran menerjunkan puluhan personel gabungan untuk bersiaga penuh di belasan titik SPBU. Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar menurunkan 36 personel dengan rencana penambahan armada pengamanan pada sore hari seiring meningkatnya volume kendaraan. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa prioritas aparat kepolisian saat ini adalah menjaga agar antrean tidak meluber ke badan jalan raya.
"Kami melakukan pengamanan untuk memastikan antrean kendaraan tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas," ujar Iptu Gede Adi.
Pertamina memproyeksikan situasi akan mulai membaik dan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan, tergantung pada kelancaran distribusi di masing-masing titik pengisian. (Evu)