Aparat Gunakan Gas Air Mata Bubarkan Demo Berujung Pengibaran Bintang Kejora di USTJ
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri membubarkan aksi demo mahasiswa di lingkungan Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (30/9/2026) siang, setelah massa mengibarkan bendera Bintang Kejora di area kampus.
Kejadian bermula dari aksi demo damai yang digelar mahasiswa USTJ pada dini hari, namun terhalang aparat keamanan sehingga massa kembali ke kampus dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di dalam lingkungan kampus sekitar pukul 12.00 WIT.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen menjelaskan bahwa aparat sejak awal mengedepankan pendekatan persuasif dan negosiasi untuk meminta agar bendera segera diturunkan secara tertib.
Namun saat proses penurunan bendera dilakukan, aparat mendapat perlawanan berupa lemparan batu dari massa sehingga memaksa aparat mengambil langkah pengendalian massa menggunakan gas air mata dan water cannon.
"Pada saat dilakukan penurunan bendera, kami mendapatkan lemparan dari massa yang berada di lokasi. Aparat keamanan kemudian melakukan tindakan pengendalian secara terukur dengan menggunakan gas air mata dan water cannon," ujar Kapolresta Jayapura Kota.
Kapolresta menambahkan bahwa terdapat indikasi sebagian massa telah mempersiapkan diri untuk melakukan perlawanan, terlihat dari cara massa keluar dari berbagai sudut ruangan kampus saat pembubaran dilakukan.
Selain di kampus, massa yang berhasil dibubarkan juga melakukan aksi pembakaran ban di ruas jalan depan Korem, yang kemudian ditangani petugas agar tidak meluas. Sejumlah personel Polresta Jayapura Kota mengalami luka akibat lemparan batu dari massa.
Satu orang yang diduga memanjat tiang dan memasang bendera Bintang Kejora telah diamankan untuk menjalani proses hukum yang berlaku.
"Dalam pelaksanaan tugas, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Namun ketika terjadi aksi anarkis berupa lemparan batu, tentu kami harus melakukan tindakan untuk mengendalikan situasi dan melindungi personel maupun masyarakat," pungkas Kapolresta Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen. (Joe)