Massa PBRI Protes Liputan Karhutla, Minta BBC Indonesia Lebih Berimbang

📅 3 September 2026
✍️ Oleh: noreply@blogger.com (Unknown)  ·  📰 Lelemuku.com
<div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioOV5g2ZYrl7Wg69gA4jVBfFhOtTKsseO7gG8rrAAuutwJf4CMZcTss1B9SyAfUPggm2NOTYx8hJ3cs5RnBk3r4CdCVh_A6Zudp9Z3_fNym7YZ_neCoYNQALH98kxe_4yHRGtf9tBehnjNcfkQjx30_Lg_oybdqULVowgPmjIo-Xr7LbOGOMCY0KRCp9o/s1920/TxzBM3e5FeM9TkJM.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Massa PBRI Protes Liputan Karhutla, Minta BBC Indonesia Lebih Berimbang" border="0" data-original-height="1439" data-original-width="1920" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioOV5g2ZYrl7Wg69gA4jVBfFhOtTKsseO7gG8rrAAuutwJf4CMZcTss1B9SyAfUPggm2NOTYx8hJ3cs5RnBk3r4CdCVh_A6Zudp9Z3_fNym7YZ_neCoYNQALH98kxe_4yHRGtf9tBehnjNcfkQjx30_Lg_oybdqULVowgPmjIo-Xr7LbOGOMCY0KRCp9o/w640-h480/TxzBM3e5FeM9TkJM.jpg" title="Massa PBRI Protes Liputan Karhutla, Minta BBC Indonesia Lebih Berimbang" width="640" /></a></div><br />JAKARTA PUSAT, LELEMUKU.COM – Massa yang tergabung dalam Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BBC News Indonesia yang berlokasi di Deutsche Bank Building, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/9/2026). Mereka memprotes pemberitaan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai tidak berimbang dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.</div><div><br /></div><div>Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan "Tuntutan PBRI" dan menyuarakan kritik terhadap pemberitaan BBC News Indonesia mengenai karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Koordinator Aksi PBRI, Frimus Nababan, menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk membungkam kebebasan pers, melainkan untuk mendorong pemberitaan yang lebih akurat dan berimbang.</div><div><br /></div><div>“Kami menghormati kerja jurnalistik dan fungsi kontrol sosial media. Tetapi kami meminta agar pemberitaan mengenai karhutla disampaikan secara akurat, berimbang, dan tidak mengabaikan kondisi serta perjuangan para petugas yang berada di lapangan,” ujar Frimus Nababan di lokasi aksi.</div><div><br /></div><div>PBRI mengajukan tiga tuntutan utama terkait pemberitaan karhutla. Pertama, meminta BBC News Indonesia mengevaluasi pemberitaan yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan, dan melakukan koreksi jika ditemukan informasi yang tidak akurat atau tidak berimbang. Kedua, meminta klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat jika evaluasi menemukan pemberitaan yang terbukti tidak akurat, serta meminta agar upaya petugas pemadam, relawan, dan masyarakat dalam menangani karhutla mendapat porsi yang proporsional dalam pemberitaan. Ketiga, PBRI menyatakan akan mempertimbangkan aksi lanjutan secara damai dan tertib apabila aspirasi mereka tidak mendapatkan tanggapan yang memadai.</div><div><br /></div><div>PBRI juga menyoroti pentingnya penghargaan terhadap perjuangan petugas gabungan dan masyarakat yang menghadapi kebakaran di lapangan. Menurut mereka, pemberitaan yang hanya menonjolkan kegagalan tanpa menjelaskan upaya pemadaman, pencegahan, penegakan hukum, dan kerja lintas lembaga berpotensi menghasilkan gambaran yang tidak lengkap.</div><div><br /></div><div>Sejumlah pengamat menilai kritik terhadap cara media membingkai isu karhutla ini penting untuk diperhatikan. Ayu Wardani, pengamat dan peneliti komunikasi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, bersama Dede Suprayitno, menjelaskan bahwa media dapat membentuk persepsi publik melalui pemilihan masalah, narasumber, penyebab, dan solusi yang ditonjolkan dalam pemberitaan. Mereka juga menemukan bahwa pemberitaan karhutla masih terbatas dalam menggali akar persoalan struktural, mitigasi, dan solusi berkelanjutan.</div><div><br /></div><div>Sementara itu, pemberitaan BBC News Indonesia mengenai karhutla telah menyoroti berbagai aspek, termasuk data luas kebakaran yang mencapai 49.551 titik panas dan 2.222 kejadian karhutla di Kalimantan Tengah per 30 Agustus 2026, kualitas udara di Banjarbaru yang berada dalam kategori "sangat tidak sehat", serta dampak asap yang mulai menyebar hingga ke Malaysia dan Filipina. BBC juga melaporkan bahwa luas karhutla nasional periode Januari-Juni 2026 mencapai 178.232 hektare, atau 66 persen lebih luas dari klaim resmi pemerintah. (Evu)</div>