Kandidat Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye, Tiga Orang Ditahan
<div>l<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgP6Z94zQPCbt5FUe_nXDZKCC_HjsR2AgeoBv9F3aRMjk3m0egHeop5n2-6qRKdNpOO4wttZCSv3rJgRfOgPL0M_lr-hG3VNPY6cdUVDA_M6rSC8QAbhWGwXXwQjJFEZOtvxsTO7Aj0YsO2zGNHg_epT4N8mGAfYvatuD_Av8DHhA9cJGlKV055KojOYwxz" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
<img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgP6Z94zQPCbt5FUe_nXDZKCC_HjsR2AgeoBv9F3aRMjk3m0egHeop5n2-6qRKdNpOO4wttZCSv3rJgRfOgPL0M_lr-hG3VNPY6cdUVDA_M6rSC8QAbhWGwXXwQjJFEZOtvxsTO7Aj0YsO2zGNHg_epT4N8mGAfYvatuD_Av8DHhA9cJGlKV055KojOYwxz" width="400">
</a>
</div>LIMA, LELEMUKU.COM – Susy Ysabel Aponte Polo, seorang jurnalis yang mencalonkan diri sebagai gubernur regional Ancash di Peru, tewas ditembak saat menghadiri kampanye di Caraz, wilayah Ancash, pada Sabtu (19/9/2026) waktu setempat. Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.<br></div><div><br></div><div>Korban yang dikenal dengan julukan "China Polo" ditembak dari belakang saat sedang melakukan kegiatan kampanye di kawasan pasar Caraz sekitar pukul 12.40 waktu setempat. Dalam insiden itu, lima orang lainnya dilaporkan mengalami luka akibat proyektil senjata api dan harus dilarikan ke Rumah Sakit San Juan de Dios di Caraz .</div><div><br></div><div>Kepala Polisi Nasional Peru (PNP), Fredy López Mendoza, menyatakan bahwa pihaknya telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Tersangka utama, Luis Iván Obispo Díaz, warga negara Venezuela berusia 30 tahun, ditangkap tak lama setelah kejadian di Jalan Raya Central, di depan persimpangan Palmira. Polisi menyita sebuah senjata api dari tangannya .</div><div><br></div><div>Selain Obispo Díaz, polisi juga menangkap Ronald José Toro Ardila yang diduga berperan sebagai financier atau penyandang dana dalam aksi tersebut. Satu orang lainnya yang diduga membantu transportasi pelaku juga diamankan. Penyidik masih memburu aktor intelektual di balik pembunuhan ini .</div><div><br></div><div>Aponte Polo yang berusia 44 tahun merupakan calon gubernur dari partai Socios por Áncash. Selain aktif di dunia politik, ia juga dikenal sebagai pemilik platform media "China Polo Dominical" yang kerap mengangkat isu dugaan korupsi di lingkungan kepolisian dan pemerintah daerah .</div><div><br></div><div>Beberapa hari sebelum kematiannya, Aponte Polo sempat menyampaikan bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan melalui panggilan telepon dari tiga lembaga pemasyarakatan berbeda. Ia bahkan menuding Kepala Direktorat Reserse Kriminal (Dirincri), Jenderal Polisi Víctor Revoredo Farfán, telah memerintahkan serangan terhadap dirinya .</div><div><br></div><div>Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak. Juri Nasional Pemilihan Umum (JNE) Peru menyerukan investigasi cepat dan menyeluruh, menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam masyarakat demokratis. Pemerintah Regional Ancash juga mendesak Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Nasional untuk segera memasang pagar polisi guna menangkap semua pelaku serta menjamin keamanan para kandidat selama proses pemilu berlangsung .</div><div><br></div><div>Pengadilan Investigasi Persiapan Huaylas telah menjatuhkan hukuman penahanan awal selama 15 hari terhadap para tersangka yang dijerat dengan pasal pembunuhan bayaran dan penganiayaan. Polisi saat ini masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. (Evu)</div>