Komisi B DPR Kota Jayapura Minta Pemerintah Alokasikan Anggaran Pasca Kebakaran Di Kampung Nelayan

📅 2 September 2026
✍️ Oleh: noreply@blogger.com (Redaksi Batlax)  ·  📰 Lelemuku.com
<div class="separator" style="text-align: center;"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiinUL7iIUfxX6dfh37o3S_QhSEI70n9MQ2yPOt_-UkNJzyBidT66QBfcvwmjVwA_otCjSf4HFdq7Kh0_zmeWHEFGosbY3q_pK3TvH8ipjQ_5J_Ne4eZ5j-_ZgwF2MK1iVu8wdQ9iciQq5sacqszNt6_MZgqnpHLV8_BHjqwmGA7aMq_ko8hkggvb-QiA/s1600/1002289851.jpg" style="max-width:100%; height:auto;" /></div><p>JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jayapura Yuli Rahman meminta Pemerintah Kota Jayapura segera mengalokasikan anggaran penanganan pascabencana bagi korban kebakaran di Kompleks Kampung Nelayan, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara pada Selasa (1/9/2026).</p><p>Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau lokasi pengungsian setelah kebakaran melanda permukiman warga pada Senin (31/8/2026). Yuli Rahman mendesak Dinas Sosial setempat untuk segera mengajukan anggaran penyediaan bahan makanan pokok dan lauk-pauk guna memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi di dapur umum.</p><p>Selain bahan makanan seperti beras, ikan, ayam, dan telur, para korban juga membutuhkan bantuan lain berupa pakaian, popok bayi, fasilitas kamar mandi, serta pasokan air bersih untuk keperluan memasak dan sanitasi. Yuli Rahman juga menekankan pentingnya penataan jumlah pengungsi di setiap tenda agar sirkulasi udara tetap baik dan tidak terlalu padat.</p><p>Peristiwa kebakaran di Kompleks Kampung Nelayan ini menjadi perhatian serius karena lokasi tersebut telah mengalami musibah serupa sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu tahun. Pada kejadian kali ini, jumlah warga yang terdampak dilaporkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan musibah sebelumnya.</p><p>Guna mendukung kelayakan di posko pengungsian, pihak legislatif juga meminta Perusahaan Listrik Negara segera membantu penyambungan aliran listrik ke setiap tenda darurat. Fasilitas penerangan, penggunaan kipas angin, serta pengisian daya telepon seluler dinilai sangat mendesak bagi kenyamanan warga selama berada di pengungsian.</p><p>"Kami minta pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Sosial, segera mengajukan anggaran untuk bahan mentah atau bahan pokok makanan. Bukan hanya beras, tetapi juga ikan, ayam, telur dan kebutuhan lainnya untuk stok dapur umum," kata Yuli Rahman.</p><p>"Saya minta tadi kepada Dinsos didata kembali, satu tenda maksimal berapa orang. Jangan sampai satu tenda terlalu banyak orang, supaya mereka bisa lebih lega, sirkulasi udara bagus dan tidak terlalu panas," ujar Yuli Rahman.</p><p>Ia berharap musibah ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam melakukan penataan jaringan listrik dan infrastruktur permukiman yang lebih aman di masa mendatang saat warga mulai membangun kembali tempat tinggal mereka. (Papua Terbit)</p>