Satu Orang di Belanda Meninggal Akibat Virus West Nile

Satu Orang di Belanda Meninggal Akibat Virus West Nile

AMSTERDAM, LELEMUKU.COM – Seorang warga di Provinsi Utrecht, Belanda, meninggal dunia setelah terinfeksi virus West Nile yang tertular secara lokal di negara tersebut. Hal ini diumumkan oleh Institut Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) pada Rabu (26/8/2026).

RIVM menyatakan bahwa pasien tersebut dirawat di rumah sakit dan meninggal karena demam West Nile yang dideritanya. Demi alasan privasi dan rasa hormat kepada keluarga, RIVM tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas korban. Menurut laporan media setempat, korban berusia lanjut dan memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik sebelum terinfeksi.

Korban ini bukanlah orang yang sama dengan kasus positif virus West Nile yang ditemukan pada seorang donor darah di Provinsi Utrecht pada pekan sebelumnya. Kasus donor darah tersebut merupakan kasus pertama infeksi lokal pada manusia di Belanda sejak tahun 2020. Sejauh ini pada tahun 2026, RIVM mencatat tiga laporan infeksi virus West Nile yang kemungkinan besar tertular di dalam negeri. Dua pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Virus West Nile juga telah terdeteksi di beberapa provinsi lain di Belanda, termasuk Noord-Brabant dan Zuid-Holland, baik pada kuda, burung, maupun nyamuk. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut telah bersirkulasi di populasi nyamuk setempat. RIVM pun telah mengimbau para dokter di seluruh Belanda untuk mewaspadai pasien dengan gejala yang mengindikasikan demam West Nile.

Virus West Nile umumnya ditemukan pada burung dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Culex yang umum ditemukan di rumah. Sebagian besar orang yang terinfeksi, sekitar 80 persen, tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sekitar 19 persen mengalami gejala seperti flu, dan hanya sekitar satu persen yang dapat mengalami gejala neurologis serius seperti peradangan otak. Orang dengan usia di atas 50 tahun atau mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk jatuh sakit parah.

Meskipun terjadi kematian akibat infeksi lokal, RIVM menegaskan bahwa risiko tertular virus West Nile di Belanda tetap sangat kecil. Virus ini tidak menular antar manusia. Manusia dan kuda yang terinfeksi merupakan "jalan buntu" bagi virus karena mereka tidak membawa cukup virus dalam darahnya untuk menginfeksi kembali nyamuk yang menggigit. RIVM juga mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan sederhana, seperti mengenakan pakaian tertutup, menggunakan kelambu, dan memakai obat anti-nyamuk, terutama pada saat senja ketika nyamuk paling aktif. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya