Polres Jayapura Selidiki Dugaan Keracunan MBG, 6 Sampel Makanan Diuji Forensik
SENTANI, LELEMUKU.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura melakukan penyelidikan terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8/2026). Penyelidikan dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan bersama Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean.
Tim gabungan langsung mendatangi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel di Jalan Waiya, Distrik Depapre, serta rumah koordinator program. Dalam proses olah TKP, penyidik memeriksa dua lokasi tersebut serta mendokumentasikan sejumlah titik yang berkaitan dengan proses pengolahan hingga penyimpanan makanan.
Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean mengatakan langkah cepat dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan insiden tersebut. “Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan sampel makanan,” katanya kepada wartawan di Sentani, Rabu (5/8/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik mengamankan enam jenis sampel makanan sebagai barang bukti. Sampel tersebut meliputi sayur, tempe kecap, sisa makanan di dalam keranjang, buah semangka, minyak sisa penggorengan, serta tiga porsi makanan MBG yang belum didistribusikan. “Seluruh sampel telah diserahkan ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk dilakukan pengujian guna mengetahui penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan tersebut,” ujar Axel.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga telah memeriksa 30 orang yang terdiri dari saksi dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, prosedur pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusiannya. Kasat Reskrim menegaskan, hingga kini penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Untuk itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium. Proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini,” tegasnya.
Insiden dugaan keracunan makanan ini berdampak luas di tiga wilayah, yakni Distrik Depapre, Yokari, dan Ravenirara. Jumlah korban dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG terus bertambah dari temuan awal puluhan orang pada Selasa (4/8/2026) menjadi ratusan orang hingga Kamis (6/8/2026). Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Berii Wopari, mengatakan jumlah pasien yang diduga keracunan MBG sejak 4 hingga 6 Agustus 2026 mencapai 527 orang. “Ini terdiri dari balita, siswa PAUD, SD, SMP dan sejumlah orang tua,” ujarnya.
Para pasien datang ke rumah sakit dan puskesmas dengan berbagai keluhan, mulai dari sakit perut, muntah, mual, diare, demam hingga badan lemas. Sebagian besar pasien menjalani perawatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit, termasuk RSUD Yowari Jayapura yang kewalahan menampung pasien. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, sebanyak 189 orang dirawat inap dan 338 orang lainnya menjalani rawat jalan. Fasilitas kesehatan yang menangani korban meliputi Puskesmas Depapre, Puskesmas Sentani, dan RSUD Yowari.
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur MBG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua selaku pengelola. Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, menyebut hasil evaluasi awal menemukan sejumlah kekurangan, mulai dari aspek kebersihan hingga fasilitas pendukung yang belum memenuhi standar. Kepala BGN Sudaryono juga mencopot kepala SPPG yang bertanggung jawab atas insiden keracunan tersebut.
Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada masyarakat setelah didukung hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri