Gatot Nurmantyo Soroti Ancaman Pertahanan Nasional Dan Persoalan Generasi Muda Dalam Webinar Di Jakarta

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyoroti perubahan peta ancaman terhadap pertahanan Indonesia yang kini tidak hanya berupa militer konvensional melainkan juga menyangkut persoalan sosial serta kondisi generasi muda pada Jumat (28/8/2026).

Dalam webinar bertajuk Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab, ia mengingatkan pentingnya pemerintah memberikan perhatian serius pada persoalan generasi muda. Salah satu isu yang mengemuka adalah adanya data mengenai 60.000 calon mahasiswa yang tidak melanjutkan proses registrasi atau terkait kuota pendidikan tinggi yang tidak terisi.

Terkait angka tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelumnya telah menjelaskan bahwa data itu bukan berarti 60.000 mahasiswa pada tahun 2026 secara langsung gagal kuliah. Angka tersebut melainkan berkaitan dengan evaluasi data penerimaan mahasiswa baru dari tahun sebelumnya serta sejumlah indikator berbeda dalam proses penerimaan.

Menurut Gatot, persoalan pendidikan, pengangguran, ketahanan ekonomi, dan masa depan generasi muda tidak boleh dipandang sebagai masalah biasa karena dapat memengaruhi stabilitas nasional. Ia juga menyoroti perkembangan ancaman modern seperti perang informasi dan perang kognitif yang memanfaatkan teknologi serta media sosial untuk menyebarkan disinformasi.

Perang informasi dinilai dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu persoalan dan membentuk opini publik tanpa harus melibatkan serangan militer secara langsung. Oleh karena itu, ketahanan nasional kini tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, kesiapan generasi muda, penguasaan teknologi, dan kekuatan industri.

Perubahan bentuk ancaman menuntut negara untuk lebih siap menghadapi tantangan modern melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara, kata Gatot Nurmantyo.

Pemerintah sendiri menyatakan perlu mengkaji penyebab kendala registrasi calon mahasiswa tersebut, termasuk kemungkinan adanya hambatan pembiayaan dan akses pendidikan, guna memastikan generasi muda mendapatkan peluang berkembang yang lebih luas sebagai kekuatan utama masa depan Indonesia. (Olemah)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya