Bank Indonesia Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua) terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui akselerasi transformasi digital. Hal ini sejalan dengan semangat Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat membuka Innovation Talk KKI 2026 bertajuk "Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level" menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Bank Indonesia mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, yaitu e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.
KKI 2026 mengusung tema besar "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" dengan semangat Beudaya MeusareSare dari Aceh yang berarti Berdaya Bersama-sama. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM secara daring, dengan dukungan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.
Penguatan ekosistem inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM, salah satunya melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menghubungkan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil.
PIDI merupakan wujud sinergi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis dalam mengakselerasi inovasi dan pengembangan talenta digital nasional. Bagi UMKM, PIDI menjadi wadah untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan dapat direplikasi secara luas guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Transformasi digital UMKM juga tercermin dari semakin luasnya akseptasi pembayaran digital melalui QRIS. Hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Momentum tersebut turut tercermin dari capaian digitalisasi UMKM di Provinsi Papua. Pada triwulan I 2026, nilai transaksi QRIS di Papua dan wilayah Daerah Otonomi Baru tercatat tumbuh 9,03 persen secara tahunan, dengan jumlah merchant QRIS tumbuh 17,71 persen secara tahunan. Pada Mei 2026, nilai transaksi QRIS di Papua mencapai Rp502,4 miliar dengan volume transaksi sebanyak 3,87 juta kali.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program pendampingan yang dijalankan KPw BI Prov. Papua untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing UMKM binaan, salah satunya melalui fasilitasi business matching ekspor UMKM Papua Global Spices, serta penyelenggaraan Festival Kopi Papua (Feskop) 2026 yang berhasil mencatatkan omzet transaksi UMKM sebesar Rp1,12 miliar, nilai transaksi QRIS sebesar Rp706,73 juta, dan business matching senilai Rp2,45 miliar.
Selain penguatan ekosistem pembayaran digital, KPw BI Prov. Papua turut mendorong perluasan akses pasar UMKM melalui strategi e-commerce. Sejak tahun 2020 hingga 2025, tercatat sebanyak 54 UMKM Papua telah berhasil lolos proses onboarding ke berbagai platform e-commerce. Program ini kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan melibatkan 50 UMKM peserta baru yang bergerak di sektor craft dan fashion, makanan dan minuman, serta kopi.
Di sisi hulu, KPw BI Prov. Papua turut memperkuat strategi e-farming melalui implementasi program digital farming kepada sejumlah kelompok tani binaan, di antaranya Poktan Arpat Jaya, Ponpes Latifah Mubarokah, Poktan Kaipoa, Poktan Karya Makmur, Poktan Maju Jaya, dan Ponpes Al Munawwaroh.
Sebagai salah satu bentuk dukungan nyata, KPw BI Prov. Papua memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia melalui skema Pengembangan Ekonomi Daerah berupa sistem irigasi tetes kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke pada tahun 2024.
Bantuan tersebut berhasil menghemat penggunaan air hingga 50 persen dan mengefisienkan biaya produksi, sehingga produktivitas cabai meningkat dari 4 ton per hektare menjadi 5 ton per hektare dengan hasil panen yang lebih stabil, termasuk pada musim kemarau.
Bank Indonesia, termasuk KPw BI Prov. Papua, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM. Dengan semangat Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM Papua yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing untuk tumbuh dan naik kelas, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Papua dan Indonesia ke depan. Masyarakat dapat mengunjungi pameran KKI 2026 secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. (BI Papua)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
