Aliansi Pelajar se-Yahukimo Serukan Persatuan dan Tolak Rasisme di Yahukimo

YAHUKIMO, LELEMUKU.COM – Aliansi Pelajar se-Yahukimo mengeluarkan pernyataan sikap yang menyerukan persatuan dan penolakan terhadap rasisme pada Minggu (16/8/2026). Pernyataan sikap tersebut dirilis untuk memperingati 63 tahun Perjanjian New York sekaligus mengenang tujuh tahun peristiwa rasisme terhadap Orang Asli Papua yang terjadi pada tahun 2019 lalu.
Dalam pernyataan tersebut, Aliansi Pelajar se-Yahukimo menyoroti sejarah Perjanjian New York pada Rabu (15/8/1962). Menurut mereka, proses perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang difasilitasi oleh Amerika Serikat tersebut tidak melibatkan rakyat Papua sama sekali, sehingga menjadi bagian dari sejarah panjang persoalan politik Papua yang terus membekas.
Selain itu, mereka juga mengangkat kembali peristiwa rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat (16/8/2019). Penggunaan ujaran bernada rasial dalam peristiwa tersebut dinilai sebagai luka mendalam yang masih diingat oleh masyarakat Papua hingga hari ini.
Aliansi Pelajar se-Yahukimo menegaskan bahwa perjuangan melawan rasisme harus dilakukan melalui persatuan, pendidikan, suara, dan martabat, bukan dengan kebencian. Mereka juga menyampaikan tuntutan mengenai hak politik dan penentuan nasib sendiri bagi masa depan Papua, yang ditegaskan sebagai sikap murni organisasi dan bukan posisi resmi pemerintah Indonesia.
Generasi muda Papua juga diajak untuk terus meningkatkan pendidikan serta memperkuat persatuan tanpa kehilangan identitas diri. Aliansi Pelajar se-Yahukimo menilai bahwa pendidikan merupakan kekuatan utama bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan politik di Tanah Papua.
"16 Agustus 2019 kami dilukai kata rasis. 16 Agustus 2026 kami jawab dengan persatuan. Tahun lalu kami dipanggil ‘monyet’ di negeri sendiri. Hari ini kami tidak membalas dengan kebencian. Kami datang dengan buku, dengan suara, dan dengan martabat," tulis Aliansi Pelajar se-Yahukimo dalam pernyataan sikapnya.
Pernyataan sikap yang disampaikan dari Medan Juang tersebut ditutup dengan penegasan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama tanpa membedakan warna kulit, etnis, maupun ras. "Tidak ada manusia yang tinggi karena warna kulit," kata Aliansi Pelajar se-Yahukimo. (Olemah)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri