UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Rencana Investasi FIFA

NYON, LELEMUKU.COM – UEFA menggelar rapat darurat secara virtual dengan 55 asosiasi anggota pada Rabu (29/7/2026) untuk membahas respons terhadap rencana kontroversial FIFA yang menawarkan saham minoritas penyelenggaraan Piala Dunia kepada investor swasta. Rapat ini digelar menyusul pengumuman FIFA pada Selasa (28/7/2026) tentang pembentukan anak perusahaan senilai 20 miliar dolar AS untuk mengelola operasi komersial Piala Dunia dan event lainnya.

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, mengonfirmasi pertemuan darurat tersebut dan menekankan pentingnya seluruh pemangku kepentingan Eropa bersuara bulat menghadapi proyek yang berpotensi mengubah keseimbangan olahraga. Ia menyatakan pentingnya otoritas sepak bola Eropa berbicara dengan satu suara.

FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola hak komersial termasuk siaran, sponsorship, dan tiket. Melalui skema ini, FIFA berupaya mengumpulkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS dengan menawarkan saham non-kontrol hingga 20 persen kepada investor swasta. Rencana ini juga menawarkan masing-masing dari 211 asosiasi anggota akses hingga 20 juta dolar AS sebagai modal tambahan.

UEFA merespons dengan pernyataan keras yang menyatakan rencana tersebut "telah melewati batas" dan mengancam akan memboikot Piala Dunia jika FIFA tetap melanjutkan niatnya. Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa "jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan" serta menekankan bahwa sepak bola "bukan milik FIFA untuk dijual."

Sumber di internal UEFA mengindikasikan adanya dukungan kuat untuk membahas ancaman boikot sebagai langkah pencegahan. Langkah serupa pernah berhasil pada 2021 saat UEFA mengancam boikot untuk menggagalkan rencana FIFA menggelar Piala Dunia setiap dua tahun. Sumber senior di sepak bola Inggris menyebut ancaman dari rencana FIFA ini "salah satu yang terbesar yang pernah dihadapi olahraga ini," setara dengan kontroversi European Super League pada 2021.

Rapat darurat ini menjadi eskalasi terbaru dalam hubungan tegang antara FIFA dan UEFA. Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya telah memboikot final Piala Dunia 2026 sebagai protes atas sejumlah keputusan kontroversial FIFA. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya