Profil Lengkap Maluku, Provinsi Kepulauan Kaya Rempah di Timur Indonesia
AMBON, LELEMUKU.COM – Provinsi Maluku, yang terletak di bagian selatan Kepulauan Maluku dengan ibu kota di Kota Ambon, memiliki luas wilayah 46.914,03 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 1,97 juta jiwa berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, serta dikenal sebagai The Spice Island atau Kepulauan Rempah yang menjadi pusat perdagangan rempah dunia sejak abad ke-13 hingga masa kolonial.
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku terdiri dari 1.392 pulau dengan luas lautan mencapai 92,4 persen dari total wilayah, sementara luas daratan hanya 7,6 persen. Secara administratif, provinsi ini terbagi menjadi 9 kabupaten dan 2 kota, dengan 118 kecamatan dan 1.240 desa dan kelurahan. Motto provinsi ini adalah Siwalima yang dalam bahasa Ambon berarti milik bersama. Kota Ambon merupakan kota terbesar sekaligus pusat pemerintahan, ekonomi, dan perdagangan di provinsi ini.
Sejarah dari Kerajaan hingga Kemerdekaan
Sejarah Maluku sebagai Kepulauan Rempah dimulai sejak abad ke-13 ketika cengkih dan pala menjadi komoditas utama yang diperdagangkan hingga ke mancanegara. Kedatangan bangsa Portugis pada awal abad ke-16 menjadi awal perebutan kekuasaan atas sumber rempah di Ternate dan Tidore. Persaingan ini kemudian diikuti oleh Belanda yang membawa pengaruh besar terhadap politik dan ekonomi kerajaan-kerajaan di Maluku.
Pada abad ke-18, Perusahaan Hindia Timur Belanda membentuk tiga kegubernuran yaitu Ambon, Kepulauan Banda, dan Kota Ternate, yang kemudian disatukan oleh Hindia Belanda pada awal abad ke-19 dalam satu nama yaitu Maluku.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Maluku tetap dipertahankan sebagai satu provinsi hingga akhirnya Maluku Utara dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada 4 Oktober 1999. Provinsi Maluku resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1958.
Suku dan Budaya
Maluku dikenal sebagai masyarakat yang sangat multikultural dengan kurang lebih 100 subsuku dan subetnik, serta 117 bahasa dan dialek. Orang Maluku memiliki darah campuran Melanesia dan Melayu. Keberagaman ini tercermin dari ratusan marga atau fam yang ada di Maluku, mulai dari fam lokal hingga fam hasil akulturasi dengan budaya luar seperti dari Arab, Belanda, Portugis, dan berbagai daerah di Nusantara.
Bahasa Melayu Ambon menjadi bahasa daerah utama yang digunakan sebagai lingua franca di seluruh wilayah Maluku. Budaya Maluku juga kaya akan seni dan tradisi, dengan akulturasi budaya lokal dengan pengaruh Islam, Arab, Melayu, dan Barat yang menghasilkan berbagai kesenian seperti tari Sawat, tari Katreji, musik Hawaiian, tari Ola-ola, dan tari Cakaiba.
Berdasarkan hasil SUPAS 2025, jumlah penduduk Maluku mencapai 1.972.606 jiwa, terdiri dari 997.168 laki-laki atau 50,55 persen dan 975.438 perempuan atau 49,45 persen, dengan rasio jenis kelamin 102 yang berarti terdapat sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,61 persen, mengalami peningkatan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 sebesar 59,82 persen.
Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 28,28 persen, diikuti oleh Generasi Milenial sebesar 24,78 persen. Rasio ketergantungan tercatat sebesar 45,76, yang artinya dari 100 orang penduduk usia produktif menanggung 46 orang penduduk usia non produktif, dan Maluku masih dalam fase bonus demografi.
Mayoritas penduduk Provinsi Maluku memeluk agama Islam dengan persentase sekitar 52,66 persen, diikuti oleh Kristen Protestan sebesar 39,64 persen, dan Kristen Katolik sebesar 6,84 persen. Sisanya menganut Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya.
Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku tahun 2025 mencapai 74,09, meningkat 0,69 poin atau 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 73,40. Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan. Umur harapan hidup bayi yang lahir pada 2025 sebesar 71,02 tahun, meningkat 0,34 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah penduduk umur 7 tahun pada 2025 meningkat menjadi 14,10 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat menjadi 10,51 tahun. Dimensi standar hidup layak juga meningkat 216 ribu rupiah atau 2,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perekonomian Provinsi Maluku bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan, kehutanan, energi, sumber daya mineral, dan pariwisata. Potensi perikanan di perairan Laut Banda, Arafura, dan Laut Seram mencapai 4 juta ton ikan, dengan baru sekitar 600 ribu ton yang tereksplorasi. Provinsi ini juga memiliki potensi di bidang pertambangan dan energi yang meliputi emas, nikel, minyak dan gas, dengan 16 cekungan yang berada di Maluku. Komoditas ekspor unggulan Maluku antara lain bahan nabati dan hewani, dengan volume ekspor tertinggi pernah dicatatkan pada November 2025 sebesar 235,64 ribu ton.
Pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan III-2025 mencapai 4,31 persen secara tahunan (y-on-y). Pada sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori pertambangan dan penggalian sebesar 9,37 persen, sementara pada sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor luar negeri yang tumbuh sebesar 21,35 persen. Secara kuartalan, perekonomian Maluku pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 3,49 persen, tetap menunjukkan kinerja positif. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Maluku dengan pangsa sekitar 23 persen.
Potensi Pariwisata Maluku
Provinsi Maluku memiliki potensi pariwisata yang besar dengan kekayaan alam bawah laut, pantai, dan budaya yang beragam. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara di Maluku pada November 2025 mencapai 311,12 ribu perjalanan, naik 5,68 persen dibandingkan Oktober 2025 dan melonjak 136,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kota Ambon menjadi penyumbang terbesar dengan 96,24 ribu perjalanan atau 30,93 persen dari total perjalanan wisnus. Pertumbuhan tahunan tertinggi berdasarkan daerah tujuan tercatat di Maluku Tengah sebesar 186,25 persen, Ambon 181,73 persen, Kepulauan Tanimbar 152,69 persen, dan Maluku Barat Daya 152,64 persen. Pada Januari 2026, perjalanan wisatawan nusantara tujuan Maluku mencapai 343.252 perjalanan, naik 9,58 persen secara tahunan.
Beberapa destinasi wisata unggulan di Maluku antara lain Kepulauan Banda yang terkenal dengan sejarah rempah dan keindahan bawah lautnya, Pulau Seram dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, Kepulauan Lease yang terdiri dari Pulau Haruku, Saparua, dan Nusalaut, serta Kota Ambon sebagai pusat budaya dan kuliner. Pengembangan potensi pariwisata di Maluku memiliki dampak ikutan yang signifikan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi kreatif.
Infrastruktur Transportasi
Infrastruktur transportasi di Maluku terus ditingkatkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memulai pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada 31 Juli 2025. Terminal baru akan mencakup gedung seluas 3.200 meter persegi, mampu menampung hingga 1.800 penumpang, dengan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu nyaman, area check-in, ruang ibu dan anak, serta rencana pengadaan garbarata. Hal ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat arus penumpang Lebaran 2025 tercatat mencapai 1,18 juta penumpang, naik 20 persen dari tahun sebelumnya.
Bandar Udara Pattimura di Ambon menjadi pintu masuk utama melalui jalur udara, sementara pelabuhan-pelabuhan di berbagai kabupaten menjadi sarana mobilitas antar pulau. Anggota Komisi V DPR RI mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Maluku, termasuk Coastal Road dan revitalisasi pelabuhan, guna meningkatkan konektivitas dan mengoptimalkan potensi pariwisata daerah. Pemerintah juga mendorong peningkatan status Bandara Mathilda Batlayeri di Tanimbar menjadi bandara bertaraf internasional.
Provinsi Maluku saat ini dipimpin oleh Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang menjabat periode 2025-2030. Dengan kekayaan alam, keanekaragaman budaya, dan potensi pariwisata yang besar, Provinsi Maluku terus bergerak maju untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
.png)