Masyarakat Sipil Bentuk Kabinet Bayangan, 15 Menteri Diumumkan
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari akademikus, pegiat, hingga profesional membentuk kabinet bayangan sebagai respons terhadap hilangnya fungsi checks and balances terhadap kekuasaan eksekutif di era pemerintahan Prabowo Subianto. Kabinet ini resmi diumumkan pada Sabtu (18/7/2026) dengan 15 pos kementerian yang diisi oleh sejumlah nama terpilih.
Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menjelaskan bahwa kabinet ini bukan dibentuk untuk merebut kekuasaan, melainkan sebagai wadah kritik dan tawaran kebijakan alternatif atas Kabinet Merah Putih. Menurutnya, tidak ada oposisi formal yang mampu mengimbangi pemerintahan saat ini, mayoritas partai politik justru bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.
"Sayangnya semua itu tak bisa terwujud karena tersandera kepentingan politik," ujar Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, dalam keterangan resminya.
Feri memastikan bahwa kabinet bayangan ini terbebas dari sokongan partai politik atau politikus. Seluruh kerja bersifat sukarela dan pro bono untuk kepentingan umum, dengan pendanaan operasional berasal dari urunan internal, tanpa dana asing maupun korporasi. Ke depan, kabinet bayangan akan membuka penggalangan dana publik melalui platform crowdfunding.
Cara kerja kabinet bayangan mengedepankan man-to-man marking, di mana setiap menteri bayangan menjadi counterpart langsung dari menteri-menteri di Kabinet Merah Putih pada isu atau bidang yang sama. "Setiap kebijakan yang lahir dari pemerintah akan mendapat pembanding gagasan dari menteri bayangan sebidang, bukan komentar umum tanpa arah," jelas Feri.
Proses penjaringan dilakukan secara terbuka dan ketat dengan enam kriteria: integritas, kompeten dan punya rekam jejak publik, di bawah usia 50 tahun, kritis dan berani, memiliki keberpihakan pada rakyat, serta tidak terafiliasi partai politik. Tim panel seleksi terdiri dari Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar. Dari seratusan nama yang masuk, terpilih 15 menteri dengan komposisi 40 persen di antaranya adalah perempuan.
Berikut daftar menteri Kabinet Bayangan: Feri Amsari sebagai Menteri Sekretaris Negara, Armand Suparman (Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara), Shofwan Al-Banna Choiruzzad (Menteri Luar Negeri), Curie Maharani (Menteri Pertahanan), Khoirunnisa Nur Agustyati (Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal), Yance Arizona (Menteri Hukum dan Kebijakan Negara), Media Wahyudi Askar (Menteri Perekonomian), Bhima Yudhistira Adhinegara (Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran), Iqbal Damanik (Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim), Iman Zanatul Haeri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Nenden Sekar Arum (Menteri Riset, Teknologi, dan Digital), Irma Hidayana (Menteri Kesehatan), Nabiyla Risfa Izzati (Menteri Sosial dan Layanan Dasar), Isnawati Hidayah (Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan), serta Ahmad Julil Qur'ani Farid sebagai Sekretaris Kabinet. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri