Kios Hari-Hari jadi Mata Rantai Distribusi Rupiah dari BI ke Masyarakat Papua

Kios Hari-Hari jadi Mata Rantai Distribusi Rupiah dari BI ke Masyarakat Papua

JAYAPURA, LELEMUKU.COM — Di tengah tantangan geografis Papua sebagai salah satu wilayah kepulauan terbesar di Indonesia, Bank Indonesia (BI) terus berupaya menghadirkan uang Rupiah layak edar hingga ke pelosok negeri. Namun, perjalanan uang dari kantor BI hingga ke tangan masyarakat tidak berhenti di pelabuhan. Di sanalah peran UMKM lokal sebagai agen layanan keuangan menjadi mata rantai terakhir yang memastikan Rupiah benar-benar hadir dalam keseharian warga.

Kisah Darwin Chandra, pengusaha lokal di Kota Jayapura, menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kios kelontong sederhana bertransformasi menjadi jaringan distribusi uang tunai yang melayani ratusan warga setiap hari.

Darwin memulai usahanya dari Kios Hari-Hari yang didirikan pada 14 Februari 2011 di Distrik Abepura, Kota Jayapura. Kala itu, kiosnya hanya menjual kebutuhan pokok dengan jumlah barang terbatas. Titik balik terjadi pada 2017 ketika BRI menawarkan kerja sama kepadanya untuk menjadi BRILink Agen.

"Awal mula Kios Hari Hari sih berdiri, kita hanya menjual barang-barang sembako," kenang Darwin dalam wawancara dengan Lelemuku pada 14 Juli 2026.

Keputusannya bergabung sebagai agen BRILink terbukti tepat. Hanya dalam tiga bulan pertama, target transaksinya tercapai dan ia memperoleh hadiah smartphone dari BRI. 

Keberhasilan itu terus berlanjut. Pada 2024 dan 2025, Darwin meraih penghargaan umrah setelah masuk tujuh besar nasional sekaligus menjadi BRILink Agen terbaik di Papua.

Kios Hari-Hari jadi Mata Rantai Distribusi Rupiah dari BI ke Masyarakat Papua

Kini, usaha yang berawal dari satu kios sederhana itu telah berkembang menjadi lima titik layanan BRILink Agen yang tersebar di Abepura, Kotaraja, dan Waena. Bahkan, Darwin menghadirkan inovasi berupa dua unit layanan bergerak menggunakan mobil yang ditempatkan di sekitar kawasan Universitas Cenderawasih. ini terinspirasi dari konsep jemput bola yang pernah dia lihat di Pulau Jawa.

Skala layanan yang dijalankan Darwin sangat masif. Saat ini, jaringan usahanya mampu melayani ratusan transaksi setiap hari, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer hingga pembayaran tagihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan kapan saja.

"Saat ini, kami melayani sekitar 400 hingga 500 transaksi setiap hari, bahkan beberapa titik layanan beroperasi selama 24 jam," ujar Darwin.

Dengan volume transaksi sebesar itu, setiap hari jutaan rupiah diedarkan melalui UMKM-nya ke masyarakat Jayapura. Ini berarti Kios Hari-Hari telah menjadi "kas keliling permanen" yang hadir setiap hari, melengkapi upaya BI yang secara periodik menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) ke pulau-pulau 3T.

Menjaga Kualitas Uang di Tengah Masyarakat

Selain mendistribusikan uang, Darwin juga aktif mengedukasi nasabahnya tentang cara merawat uang Rupiah. Ini sejalan dengan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang digalakkan BI.

"Jadi sesuai aturan BI, kalau uang rusak, uang lusuh sekali dan uang robek kita ada diajarin sama BI kalau parahnya sampai 40 persen masih di terima," jelas Darwin saat ditanya tentang mekanisme penukaran uang rusak.

Kepada nasabah, ia bahkan meluruskan mitos di masyarakat tentang "tuyul" makhluk halus yang dikenal mencuri uang sehingga membuat orang menstaples uang agar tidak kecurian. 

"Saya memberitahu dan mengajarkanlah sedikit ke nasabah agar usahakan jangan di-staples karena itu merusak uang," katanya.

Ia menyebut, melalui edukasi ini, pihaknya membantu BI menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat merupakan sebuah peran yang tidak kalah penting dari sekadar mendistribusikan uang tunai.

Kios Hari-Hari jadi Mata Rantai Distribusi Rupiah dari BI ke Masyarakat Papua

Ekosistem Distribusi Uang yang Utuh

Upaya BI menghadirkan uang layak edar ke daerah 3T tidak pernah berjalan sendiri. Sejak 2012, BI menggandeng TNI AL melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB). Pada 2025, BI Papua membawa uang tunai untuk penukaran sebesar Rp14,8 miliar guna menjangkau lima pulau 3T: Pulau Bromsi, Padaidori, Bras, Numfor dan Yapen. ERB 2025 menggunakan KRI Tatihu-853 dengan jarak tempuh mencapai 1.773 mil laut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachma, menegaskan bahwa sinergi dengan TNI AL sangat krusial. "Untuk menjangkau pulau-pulau di wilayah 3T kami bersinergi dengan TNI AL yang memiliki armada dan kegiatan operasi memadai sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya.

Namun, ERB bersifat periodik atau hanya beberapa kali dalam setahun. Di sela-sela misi besar itu, UMKM agen banking seperti Kios Hari-Hari menjadi mata rantai yang memastikan uang tunai tetap tersedia bagi masyarakat akar rumput di setiap hari.

Keberadaan BRILink Agen yang dikelola Darwin tidak hanya memudahkan akses uang, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Saat ini, Darwin mempekerjakan 15 karyawan yang tersebar di berbagai titik layanan. Menariknya, sekitar 70 persen dari total pekerja tersebut merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang merupakan bentuk komitmennya memberdayakan masyarakat setempat.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa BRILink Agen tidak hanya berperan sebagai perpanjangan layanan perbankan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Melalui semangat kewirausahaan, inovasi, dan kedekatan dengan masyarakat, BRILink Agen turut mendukung pemerataan akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai wilayah," ujarnya.

Hingga Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah menembus 1,18 juta dan menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia atau sekitar 66.450 desa. Pencapaian ini jadi titik tegas posisi BRILink Agen sebagai tulang punggung layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.

Kios Hari-Hari jadi Mata Rantai Distribusi Rupiah dari BI ke Masyarakat Papua

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud kehadiran negara di daerah 3T seperti Provinsi Papua. Namun, kehadiran negara tidak hanya berhenti di pulau-pulau terpencil semata, ia harus hadir setiap hari di kehidupan masyarakat. 

Di sinilah UMKM seperti Kios Hari-Hari menjadi pilar keberlanjutan distribusi uang yang memastikan Rupiah, simbol kedaulatan negara, tetap beredar di tangan masyarakat Papua, setiap hari, di mana pun mereka berada.

Sebagaimana Darwin sendiri mengatakan: "Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana usaha ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar." (Laura Sobuber)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya