Kebakaran Hutan Dahsyat Landa Ontario Utara, Ratusan Evakuasi dan Kualitas Udara Toronto Terburuk di Dunia
TORONTO, LELEMUKU.COM – Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat laut Provinsi Ontario, Kanada, pada pertengahan Juli 2026 telah memicu perintah evakuasi massal bagi sejumlah komunitas, penutupan jalan raya, dan menurunkan kualitas udara di Toronto ke level terburuk di dunia. Hingga Selasa (14/7/2026) malam, tercatat 185 kebakaran hutan aktif, dengan 148 di antaranya berada di wilayah barat laut dan 37 di wilayah timur laut provinsi tersebut.
Otoritas Provinsi Ontario melalui Kepolisian Provinsi Ontario (OPP) Wilayah Barat Laut mengeluarkan perintah evakuasi wajib bagi sejumlah komunitas yang terancam, termasuk Armstrong, Whitesand First Nation, Namaygoosisagagun First Nation (juga dikenal sebagai Collins First Nation), Lac des Mille Lacs First Nation, Gakijiwanong Anishinaabe Nation (Lac La Croix First Nation), dan Kiashke Zaaging Anishinaabek (Gull Bay First Nation). Warga Namaygoosisagagun First Nation dilaporkan hanya memiliki waktu beberapa menit untuk menyelamatkan diri dan dievakuasi menggunakan perahu pribadi pada Senin (13/7/2026) malam. Kepala Suku Helen Paavola menyatakan komunitasnya menunggu konfirmasi resmi bahwa komunitas mereka "hancur total" akibat kebakaran. Anggota Parlemen Provinsi untuk Kiiwetinoong, Sol Mamakwa, menyebut apa yang mereka saksikan saat ini sebagai "kehancuran" dan bahwa "seluruh komunitas First Nation telah terhapus" akibat bencana ini. Warga dari Armstrong, Whitesand First Nation, dan Collins First Nation dievakuasi ke Thunder Bay. Sementara itu, Gull Bay First Nation melaporkan bahwa akomodasi di Thunder Bay telah penuh, sehingga sebagian warganya harus diterbangkan lebih jauh ke Toronto.
Kebakaran juga menyebabkan penutupan beberapa ruas jalan utama. Highway 527 antara Gull Bay First Nation dan Armstrong serta Highway 599 antara Highway 516 dan Mishkeegogamang First Nation ditutup total. Pemerintah Ontario memberlakukan Zona Larangan Kebakaran (Restricted Fire Zone) di seluruh wilayah barat laut dan sebagian timur laut provinsi, yang melarang segala bentuk pembakaran di luar ruangan, termasuk api unggun, dan menangguhkan semua izin pembakaran.
Asap tebal dari kebakaran ini menyelimuti kota terbesar Kanada, Toronto, menyebabkan langit kota berubah menjadi kuning dan kualitas udara di Toronto menduduki peringkat terburuk di dunia pada Rabu (15/7/2026), menurut perusahaan teknologi Swiss, IQAir. Lingkungan Kanada (Environment Canada) mengeluarkan peringatan kesehatan dan merekomendasikan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Dampak asap tidak hanya dirasakan di Kanada. Asap melayang hingga ke wilayah timur laut Amerika Serikat, memicu peringatan kualitas udara di negara bagian Michigan, Minnesota, dan Wisconsin, serta diperkirakan akan mencapai New York dan Washington. Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kereta api barang milik CN Rail yang terkepung api di dekat Armstrong. “We're encased in flames now,” terdengar seorang awak kereta mengatakan dalam video tersebut. CN Rail mengonfirmasi semua karyawan di area tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat pada Senin malam dan menghentikan sementara operasi kereta api di dekat Armstrong.
Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pada Selasa (14/7/2026), suhu di pusat kota Toronto mencapai 37,3 derajat Celcius, memecahkan rekor tiga dekade, sementara landasan pacu di bandara internasional utama kota mencatat suhu 55 derajat Celcius. Menteri Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Darurat Ontario, Jill Dunlop, yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Ontario, menyatakan bahwa pemerintah provinsi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoordinasikan evakuasi. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan otoritas setempat. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri