Uskup Jayapura Paparkan Keunggulan Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua

Uskup Jayapura Paparkan Keunggulan Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Uskup Keuskupan Jayapura secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua sebagai jawaban atas kerinduan umat Katolik yang telah muncul sejak tahun 2006, sekaligus memperkenalkan Santo Yohanes Paulus II sebagai pelindung universitas untuk mempopulerkan nilai-nilai iman dalam dunia pendidikan tinggi di Tanah Papua.

Dalam pernyataannya di Jayapura, Senin (4/5/2026), Uskup Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You menjelaskan bahwa aspirasi untuk memiliki universitas Katolik telah mengemuka dalam Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006 dan kembali ditegaskan secara eksplisit dalam sinode tahun 2026. Umat Katolik Keuskupan Jayapura, kata uskup, menantikan hadirnya universitas berlabel Katolik yang memerlukan rekomendasi dan izin dari uskup setempat karena penggunaan nama Katolik.

Uskup menegaskan bahwa Gereja Katolik Keuskupan Jayapura telah lama berkontribusi dalam bidang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, serta mengelola sekolah tinggi guru agama dan sekolah tinggi untuk calon imam (STST Fajar Timur). Namun, hingga saat ini belum ada universitas. 

Kehadiran Unika diharapkan dapat menampung lulusan SMA, khususnya anak-anak dari pedalaman dan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yang selama ini harus kuliah di luar daerah dengan biaya mahal, sementara rata-rata ekonomi umat Katolik Papua berada di bawah garis kemiskinan.

"Rata-rata umat kita ini ekonominya pas-pasan, terutama yang di pedalaman, di gunung itu ekonominya miskin sekali," ujar uskup.

Selain alasan ekonomi, uskup menyebut tiga misi utama Unika: mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Papua agar mampu terlibat dalam pembangunan, melanjutkan misi pewartaan iman Katolik dengan membina iman dan karakter mahasiswa, serta melahirkan kader-kader awam yang beriman, berpengetahuan dan profesional di berbagai bidang seperti kedokteran, teknik, pertanian, hukum dan farmasi. 

Uskup juga menyebut, Gereja Katolik sangat berpihak kepada umat yang membutuhkan pendidikan melalui pemberian beasiswa kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Supaya ke depan itu anak-anak Papua, orang-orang Papua, atau mereka yang lahir besar di Papua ini bisa siap mengambil bagian dalam berbagai aspek pembangunan. Supaya orang Papua bisa menjadi tuan di negeri mereka sendiri," tegas uskup.

Sebagai keunggulan, Unika Fajar Timur Papua akan menerapkan program tahun persiapan atau tahun college yang membedakannya dari universitas lain. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bagi lulusan SMA yang mutu pendidikannya masih rendah akibat ketidakhadiran guru di kampung-kampung. 

Selain itu, universitas akan menyediakan asrama putra dan putri dengan pembinaan ketat untuk membina kepribadian, kerohanian, dan moral mahasiswa melalui retret, rekoleksi, dan kegiatan pembinaan iman secara rutin.

"Kita akan perjuangkan supaya ada asrama putra dan asrama putri dengan pimpinan yang cukup ketat. Bukan hanya sekadar ilmu, tapi iman mereka, kerohanian mereka juga dibina," ujar uskup.

Mengakhiri pernyataannya, uskup mengajak para lulusan SMA di Tanah Papua untuk tidak ragu mendaftar ke Unika Fajar Timur Papua meskipun universitas masih baru. 

"Jika Anda mau dibina menjadi orang yang berkualitas dari sisi iman, ilmu, kepribadian, dan moral, di sini ada tempat. Unika siap mendidik dan membina Anda menjadi pribadi yang unggul dan berguna bagi masyarakat, bagi gereja, dan bagi agama," ajak uskup. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya