UAE Kecam Serangan Drone Iran di Selat Hormuz

UAE Kecam Serangan Drone Iran di Selat Hormuz

ABU DHABI, LELEMUKU.COM – Uni Emirat Arab (UAE) mengecam keras serangan drone Iran yang menargetkan kapal tanker milik ADNOC, MV Barakah, saat melintasi Selat Hormuz. Insiden yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) itu menambah ketegangan di jalur minyak vital global tersebut.

Kapal tanker sangat besar (VLCC) berbendera Liberia itu terkena serangan dua drone Shahed-136 dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Beruntung, kapal dalam kondisi kosong saat diserang dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri UAE dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Pihaknya juga menyebut penggunaan Selat Hormuz sebagai alat pemerasan ekonomi adalah tindakan pembajakan oleh IRGC.

Pengeboman itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Angkatan Laut AS memulai misi "Project Freedom" untuk mengawal kapal dagang yang terjebak akibat blokade Iran. Hingga kini, sekitar 900 kapal komersial masih terjebak di perairan Teluk sejak krisis dimulai pada 28 Februari lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri UAE, Salem Al Zaabi, mengatakan serangan itu tidak hanya mengancam stabilitas kawasan dan keselamatan rakyatnya, tetapi juga keamanan energi global yang bergantung pada jalur pengiriman minyak dunia.

"Targeting commercial shipping and using the Strait of Hormuz as a tool of economic coercion or blackmail represents acts of piracy by Iran's Revolutionary Guard Corps," ujar Al Zaabi menegaskan posisi resmi negaranya.

Badan Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya melaporkan proyektil tak dikenal menghantam sebuah kapal di area yang sama pada Minggu malam. Ketegangan terus meningkat sejak AS memberlakukan blokade balasan dan Iran memblokade hampir semua kapal, kecuali kapal mereka sendiri.

Meskipun AS telah mengerahkan kapal perusak, lebih dari 100 pesawat, serta 15.000 personel untuk operasi pengawalan, Iran bersikukuh akan menyerang kapal asing yang memasuki selat. Harga minyak pun melonjak drastis karena selat ini biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya