Trump Klaim Iran Setuju Serahkan 'Debu Nuklir' Tahu Dua Hari Lalu, Namun Kembali Batal
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial terkait negosiasi dengan Iran.
Trump mengklaim bahwa Iran setuju untuk menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya (enriched uranium) kepada Amerika Serikat dua hari lalu, namun kemudian membatalkannya ketika saatnya menuangkan kesepakatan tersebut ke dalam tulisan.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan CBS News pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. "Mereka memang setuju dua hari lalu. Tapi mereka berubah pikiran, karena mereka tidak menuliskannya di atas kertas," ujar Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim bahwa Iran menyatakan niatnya untuk menyerahkan apa yang ia sebut sebagai "debu nuklir" (nuclear dust) kepada AS. Namun menurut Trump, uranium tersebut berada di lokasi yang hancur total akibat serangan sehingga hanya satu atau dua negara di dunia yang mampu mengambilnya.
"Lokasinya begitu dalam dan terkena hantaman keras sehingga tidak mungkin mereka memiliki peralatan untuk memindahkannya. Hanya Anda (AS) dan China yang bisa mengeluarkannya," klaim Trump.
Kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran masih terus berlanjut. Iran sebelumnya telah mengajukan proposal balasan melalui mediator Pakistan, namun Trump menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang "sama sekali tidak dapat diterima". (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri