Trump Desak Korea Selatan Gabung Misi Amankan Selat Hormuz usai Kapal Kargonya Ditembak

Trump Desak Korea Selatan Gabung Misi Amankan Selat Hormuz usai Kapal Kargonya Ditembak

WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Korea Selatan untuk bergabung dalam misi membuka Selat Hormuz setelah Iran menembaki kapal kargo Korea Selatan dan sejumlah target lain di jalur perairan strategis tersebut, Senin (4/5/2026).

Trump menyampaikan hal itu dalam unggahan di media sosialnya, Truth Social, di mana ia menulis bahwa Iran telah melepaskan tembakan ke kapal-kapal negara yang tidak terkait dengan konflik, termasuk kapal kargo Korea Selatan. 

"Iran telah melepaskan beberapa tembakan ke negara-negara yang tidak terkait dengan pergerakan kapal dalam PROYEK KEBEBASAN, termasuk sebuah Kapal Kargo Korea Selatan. Mungkin sudah waktunya bagi Korea Selatan untuk datang dan bergabung dalam misi ini!" tulis Trump. 

Ia juga mengklaim bahwa pasukan AS telah menembak jatuh tujuh kapal kecil Iran. "Selain Kapal Korea Selatan, hingga saat ini, belum ada kerusakan yang terjadi saat melintasi Selat," tambah Trump.

Kapal kargo yang disebut Trump adalah HMM Namu, kapal berbendera Panama yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran besar Korea Selatan, HMM. Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa ledakan terjadi di ruang mesin kapal tersebut saat berlabuh di perairan dekat Uni Emirat Arab. 

Kapal bermuatan 24 awak, terdiri dari enam warga Korea Selatan dan 18 warga asing, dan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan masih menyelidiki penyebab ledakan, apakah akibat serangan eksternal atau ranjau laut yang hanyut.

"Pada tahap ini, belum ada laporan korban jiwa terkait warga negara Korea Selatan di Selat Hormuz," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Seruan Trump ini menambah tekanan pada Korea Selatan yang sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk impor energi. Sebelumnya, Trump juga menyebut Korea Selatan "tidak membantu" meskipun Amerika Serikat telah menempatkan pasukannya di negara tersebut. Sebagai respons, militer Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap pelanggaran protokol transit akan ditindak tegas. 

Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Ali Abdollahi, sebelumnya menyatakan bahwa setiap pasukan asing bersenjata yang mencoba mendekati selat akan diserang. Ketegangan ini semakin memperburuk prospek gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran yang telah berlangsung sejak 8 April lalu melalui mediasi Pakistan.

Meningkatkan Literasi: Agar pembaca cerdas tidak mudah terprovokasi, verifikasi informasi dari sumber resmi seperti pernyataan pemerintah Korea Selatan dan pantau perkembangan melalui kantor berita kredibel. Pahami bahwa klaim militer sering kali kontradiktif dan memerlukan konfirmasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran utuh. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya