Tiongkok Dan Rusia Sepakat Selaraskan Rencana Pembangunan Strategis Hingga 2030
BEIJING, LELEMUKU.COM – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Federasi Rusia sepakat untuk memperkuat poros ekonomi dengan menyelaraskan rencana pembangunan jangka panjang kedua negara. Poin strategis ini menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin di Gedung Balai Agung Rakyat, Kota Beijing, Tiongkok, Rabu (20/5/2026).
Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, Presiden Xi Jinping menegaskan pentingnya langkah integrasi makro tersebut guna memberdayakan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkualitas tinggi. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan serta revitalisasi nasional di masing-masing negara.
Secara spesifik, Xi Jinping menyerukan adanya penyelarasan yang mendalam antara Rencana Pembangunan Lima Tahun Ke-15 Tiongkok periode 2026-2030 dengan strategi pembangunan nasional Rusia yang juga diproyeksikan hingga tahun 2030. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbarui level kerja sama taktis di berbagai sektor riil.
"Kedua belah pihak harus memperdalam keselarasan antara Rencana Pembangunan Lima Tahun Ke-15 Tiongkok (2026-2030) dan strategi pembangunan Rusia hingga tahun 2030, serta meningkatkan dan memperbarui kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang," ujar Xi Jinping.
Langkah sinkronisasi ini dinilai sangat krusial bagi kedua negara besar tersebut untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian lanskap geopolitik global. Penyelarasan dokumen strategis ini akan mencakup perluasan investasi, penguatan konektivitas rantai pasok, ketahanan energi, hingga kolaborasi di bidang sains dan teknologi tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Vladimir Putin menyambut baik upaya penyelarasan visi ekonomi ini. Putin menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara Moskow dan Beijing saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah dan terus bergerak maju atas dasar kesetaraan serta saling menguntungkan tanpa dipengaruhi oleh perubahan eksternal.
Melalui integrasi program pembangunan strategis hingga tahun 2030 ini, Tiongkok dan Rusia berkomitmen untuk menciptakan ruang pertumbuhan baru yang lebih kokoh. Sinergi ini tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi kedua negara, tetapi juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas pasar dan tata kelola ekonomi global yang lebih berimbang. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
