Profil Thoudy Badai Rifan Billah, Jurnalis Foto Republika yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Thoudy Badai Rifan Billah, jurnalis foto senior Republika yang akrab disapa Ody, menjadi salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan pembebasan seluruh relawan termasuk Thoudy pada Senin (19/5/2026) dan saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Thoudy Badai Rifan Billah berasal dari Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia bekerja sebagai jurnalis foto senior Republika ID dan dikenal terbiasa meliput isu-isu kemanusiaan dan konflik. Menurut ibundanya Hani Hanifa Humanisa (56), Thoudy dikenal sebagai sosok anak yang sangat tenang, tangguh, dan selalu berupaya menenangkan kekhawatiran keluarganya.
Thoudy bertolak dari Pelabuhan Marmaris, Turki pada Kamis, 14 Mei 2026, menumpangi Kapal Ozgurluk dalam rombongan konvoi Global Sumut Flotilla 2.0. Di dalam Kapal Ozgurluk, Thoudy berada dalam satu tim dengan jurnalis Indonesia lainnya, yaitu Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo dan Rahendro Herubowo dari iNews TV.
Komunikasi terakhir Thoudy dengan pihak keluarga di Bandung tercatat pada Senin dini hari, 18 Mei 2026 pukul 02.19 WIB. Dalam pesan singkatnya, ia sempat mengabarkan bahwa kapalnya telah melaju aman memasuki zona laut lepas atau perairan internasional.
Beberapa jam setelah itu, Kapal Ozgurluk beserta armada logistik kemanusiaan lainnya dikepung dan diintersepsi secara paksa oleh militer Israel di Laut Mediterania Timur dekat perairan Siprus.
Segera setelah penangkapan dikonfirmasi oleh Command Center Global Sumut, rekaman video darurat pra-rekaman milik Thoudy dirilis secara resmi oleh Republika Online. Dalam video tersebut, Thoudy menyatakan dirinya sebagai Warga Negara Indonesia dan jurnalis peserta armada sipil Global Sumut Flotilla. Ia menyatakan bahwa jika video tersebut tersebar luas, artinya ia telah diculik secara ilegal oleh tentara zionis Israel di laut internasional. Ia meminta masyarakat menyebarkan kabar tersebut agar pemerintah Indonesia segera bertindak membebaskan dirinya serta para relawan WNI lainnya.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengutuk keras tindakan kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan dan jurnalis di perairan internasional ini. Pihak Republika mengirimkan dua orang ke misi ini, Thoudy berada di Kapal Ozgurluk, sedangkan rekannya Bambang Noroyono berada terpisah di Kapal BoraLize.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Bupati Dadang Supriatna turut mengecam keras penahanan warganya dan menginstruksikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk mengunjungi kediaman keluarga Thoudy di Cicalengka sebagai bentuk dukungan moril.
Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang mengecam keras tindakan militer Israel dan berkoordinasi dengan jaringan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, Roma, Amman, dan Kantor Jasa Konsuler Republik Indonesia di Istanbul. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Turki yang aktif memfasilitasi proses pemulangan.
Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama ditahan, dan menilai hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan selamat.
Kesembilan WNI yang ditangkap adalah Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo dari Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono jurnalis Republika dari Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah jurnalis Republika dari Kapal Ozgurluk, Rahendro Herubowo jurnalis iNewsTV dari Kapal Ozgurluk, Andi Angga Prasadewa aktivis kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat dari Kapal Josef, Herman Budianto Sudarsono dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari GPCI Spirit of Aqso Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo dari GPCI SMART 171 Kapal Kasr-1. (Roe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
