Suriah Kutuk Serangan Drone Iran ke Kapal UEA
DAMASKUS, LELEMUKU.COM – Suriah secara resmi mengutuk serangan drone Iran terhadap kapal sipil milik Uni Emirat Arab (UEA) yang melintasi Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026), menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan serta jalur perdagangan global.
Kementerian Luar Negeri Suriah dalam pernyataan resminya menegaskan solidaritas penuh dengan UEA dalam menghadapi serangan ini dan menyatakan kecaman keras terhadap eskalasi berbahaya yang mengancam upaya de-eskalasi di kawasan. Suriah juga menyerukan komunitas internasional untuk menghormati kedaulatan negara dan memastikan keamanan koridor maritim internasional guna menjaga stabilitas regional dan global.
Langkah Suriah ini sejalan dengan sikap sejumlah negara dan organisasi regional lainnya. Yordania, Mesir, Parlemen Arab, serta Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sebelumnya juga telah mengecam serangan drone Iran terhadap kapal tanker milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) yang melintasi Selat Hormuz. Serangan itu merupakan bagian dari serangkaian eskalasi Iran di perairan strategis tersebut, termasuk peluncuran rudal jelajah dan drone yang memicu kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah serta menargetkan gedung hunian karyawan di Bukha, Oman.
"Suriah mengutuk penargetan kapal sipil UEA oleh drone Iran saat melintasi Selat Hormuz. Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan aturan-aturannya, serta ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas kawasan serta jalur perdagangan global," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.
Kementerian juga menegaskan solidaritas penuh Suriah dengan UEA dalam menghadapi serangan ini dan menyatakan kecaman kuat terhadap eskalasi berbahaya yang mengancam upaya internasional untuk meredakan situasi di kawasan. "Kami menyerukan komunitas internasional untuk menghormati kedaulatan negara dan memastikan keselamatan koridor maritim internasional, sehingga menjaga stabilitas regional dan global," tambah pernyataan tersebut.
Meningkatkan Literasi: Pembaca cerdas disarankan untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi seperti pernyataan pemerintah negara masing-masing, mengingat dalam konflik bersenjata sering muncul klaim yang saling bertentangan. Bandingkan laporan dari berbagai kantor berita kredibel dan hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
