Sembilan Penambang Tewas Diserang OTK di Kampung Kawe, TNI-Polri Perketat Pengamanan Boven Digoel

Sembilan Penambang Tewas Diserang OTK di Kampung Kawe, TNI-Polri Perketat Pengamanan Boven Digoel

BOVEN DIGOEL, LELEMUKU.COM – Kepolisian Resor (Polres) Boven Digoel menggelar konferensi pers guna mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan massal yang terjadi di area Camp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (21/05/2026).

Agenda pers rilis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA, didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa aksi keji tersebut diduga kuat dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan rakyat Kali Fis.

Kronologi Kejadian

Peristiwa berdarah ini bermula pada Senin (18/05/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Berdasarkan data investigasi awal, sekitar lima orang terduga pelaku mendatangi camp korban dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur panah.

"Saat itu para korban sedang berada di camp bersama rekan-rekan mereka. Kelompok OTK tersebut awalnya berpura-pura meminta makan dan minum serta meminta dibuatkan kopi. Namun, ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin penambangan, para pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal," ungkap AKBP Wisnu.

Akibat serangan mendadak tersebut, sejumlah pekerja tambang mengalami luka parah hingga meninggal dunia di tempat. Kapolres mengungkapkan, pada hari pertama pihaknya menerima laporan adanya dua korban jiwa. Namun, sehari setelahnya grafik korban bertambah menjadi tujuh orang, hingga total estimasi saat ini mencapai sebelas korban.

"Dari sebelas korban yang terdata, sembilan orang di antaranya telah berhasil diverifikasi meninggal dunia. Berdasarkan identifikasi, delapan korban tewas merupakan warga pendatang (Non-OAP) dan satu orang merupakan warga asli Papua (OAP)," urai Kapolres.

Kendala Evakuasi dan Penanganan Pengungsi

AKBP Wisnu menambahkan, proses evakuasi para korban sempat mengalami kendala teknis dan taktis akibat adanya aksi penutupan jalur air, khususnya di sepanjang Sungai Pisang-Pisang yang menjadi urat nadi akses utama menuju Tanah Merah. Jalur sempat dibuka pasca-koordinasi dengan masyarakat dan koperasi pengelola, namun kini kembali ditutup.

Aparat keamanan memperkirakan saat ini masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang warga pengungsi dan pekerja tambang yang terjebak di wilayah Kawe, baik di titik Kali Fis maupun kawasan Sungai Pisang-Pisang.

Rencananya, ratusan pengungsi tersebut akan dievakuasi bertahap diarahkan menuju Dermaga Iwot, sebelum akhirnya diamankan ke Mako Polres Boven Digoel untuk proses pendataan, pemeriksaan saksi, serta pemberian fasilitas trauma healing.

Langkah Antisipasi dan Penertiban Tambang Ilegal

Di tempat yang sama, Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian menegaskan bahwa sinergi TNI-Polri telah melakukan barikade pengamanan ketat, termasuk memperketat pengawasan jalur udara dan jalur sungai keluar masuk wilayah Boven Digoel.

Dandim menjelaskan, sejak tahun 2025 pihaknya telah merekomendasikan pembatasan penggunaan helipad alternatif dan mengarahkannya satu pintu melalui Bandara Tanah Merah demi memudahkan monitoring keamanan. Akses logistik sungai untuk tambang juga dibatasi dan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat pedalaman di Distrik Yaniruma dan Distrik Manggelum.

"TNI-Polri memastikan situasi keamanan di Boven Digoel secara umum tetap aman dan kondusif. Aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun transportasi publik dipastikan tidak akan terganggu," tegas Dandim.

Menyikapi eskalasi ini, Kapolres Boven Digoel mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring secara bijak setiap informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook, TikTok, maupun Instagram, agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks).

Polri juga mengeluarkan maklumat tegas kepada para penambang liar yang masih nekat beraktivitas di zona rawan tersebut untuk segera menghentikan total kegiatan penambangan demi keselamatan bersama. TNI menyatakan siap mem-back up penuh Polres Boven Digoel dalam penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal maupun segala bentuk ancaman yang merenggut nyawa masyarakat. (Elo)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya