Puluhan Pesawat Tanker AS Penuhi Bandara Ben Gurion, Israel Siap Gempur Iran

TEL AVIV, LELEMUKU.COM – Puluhan pesawat pengisian bahan bakar (tanker) milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terlihat memenuhi landasan Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, pada Senin (11/5/2026). 

Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan sederet pesawat KC-135 Stratotanker dan KC-46 Pegasus yang diparkir di bandara sipil tersebut, menandakan persiapan logistik besar-besaran untuk serangan jarak jauh ke Iran.

Kehadiran pesawat tanker ini menjadi kunci utama dalam setiap operasi serangan mendalam ke wilayah Iran. Sebab, lokasi fasilitas nuklir Iran seperti Natanz dan Fordo berada pada jarak 1.500 hingga 2.000 kilometer dari Israel, jauh di luar jangkauan jelajah tempur rata-rata pesawat F-35 atau F-15 tanpa pengisian bahan bakar di udara.

Setiap pesawat KC-135 mampu mengangkut hingga 93 ton bahan bakar, sementara KC-46 yang lebih modern memiliki kapasitas lebih besar dan dapat mengisi bahan bakar beberapa jet tempur sekaligus dalam satu misi. Dengan puluhan tanker yang kini beroperasi dari pangkalan di Israel, jangkauan tempur pesawat koalisi dapat diperpanjang secara drastis, menjadikan seluruh wilayah target di Iran dalam jangkauan.

Keputusan AS mengerahkan aset strategis ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menggelar pertemuan darurat bersama tim keamanan nasionalnya pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. 

Pertemuan tersebut digelar untuk menentukan langkah selanjutnya dalam perang melawan Iran, menyusul ditolaknya proposal perdamaian yang diajukan Teheran. Gencatan senjata yang ada saat ini digambarkan oleh para pejabat AS berada "di ambang batas kehidupan" (on life support).

Dua pejabat AS yang dikutip Axios menyatakan Trump cenderung mengambil tindakan. "Dia akan sedikit menggebuk mereka," ujar satu pejabat. "Saya pikir kita semua tahu ke mana arahnya," kata pejabat lainnya.

Sementara itu, media Israel Times of Israel melaporkan bahwa kehadiran militer AS di Bandara Ben Gurion kini begitu padat sehingga mulai mengganggu lalu lintas penerbangan sipil.

Maskapai penerbangan Israel mengeluhkan berkurangnya akses landasan yang mendorong kenaikan harga tiket. Seorang pejabat bahkan menyatakan bandara tersebut "secara efektif telah menjadi pangkalan militer Amerika dengan aktivitas sipil yang terbatas."

Hingga berita ini diturunkan, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pengerahan pesawat tanker AS tersebut. Namun sebelumnya, Teheran telah berulang kali mengecam kehadiran militer AS di kawasan dan mengancam akan membalas setiap agresi. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya