Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Alice Springs, Massa Serbu Rumah Sakit

Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Alice Springs, Massa Serbu Rumah Sakit

ALICE SPRINGS, LELEMUKU.COM – Sekelompok massa yang marah dengan jumlah sedikitnya 200 orang berkumpul di luar Rumah Sakit Alice Springs pada Kamis malam (30/4/2026), tempat seorang pria tersangka penculikan dan pembunuhan seorang gadis kecil pribumi dirawat dalam kondisi kritis. Kendaraan polisi dan tempat sampah dibakar, dan aparat pun menembakkan gas air mata untuk meredakan kerusuhan yang pecah tak lama setelah tersangka dibawa ke fasilitas tersebut.

Kerusuhan ini dipicu oleh penemuan jasad gadis kecil berusia lima tahun yang oleh keluarganya disebut sebagai Kumanjayi Little Baby di selatan Alice Springs pada Kamis (29/4/2026). Korban dilaporkan hilang dari perkemahan Old Timers, sebuah komunitas pribumi, pada Sabtu malam (25/4/2026). Tersangka yang diidentifikasi sebagai Jefferson Lewis (47) diketahui oleh keluarga korban. Ia ditemukan dan dihajar hingga tidak sadarkan diri oleh warga yang main hakim sendiri sebelum polisi ikut campur dan menahannya.

Komisaris Polisi Northern Territory, Martin Dole, mengonfirmasi bahwa petugas gawat darurat menjadi sasaran serangan langsung saat penangkapan berlangsung. “Pada saat dia ditangkap oleh kami, dia tidak sadarkan diri dan sedang dalam proses ditangani oleh ambulans St John ketika mereka, bersama polisi, diserang,” ujar Komisaris Dole dalam konferensi pers. Ia menyebut perilaku tersebut tidak bisa dimaafkan dan mengatakan semua sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk meredakan kekerasan.

Sejumlah besar massa kemudian berkumpul di luar rumah sakit tempat Lewis dirawat dan berusaha menerobos masuk. Situasi semakin memanas ketika mobil polisi dibakar dan properti dirusak. Komisaris Dole menyatakan sejumlah petugas polisi terluka dalam konfrontasi itu, dengan satu petugas dirawat karena luka di kepala. Personel pemadam kebakaran juga diserang, satu petugas mengalami cedera wajah yang serius.

Karena kekhawatiran keselamatan staf rumah sakit, polisi, dan tersangka itu sendiri di tengah kerusuhan yang terus berlangsung, Lewis akhirnya diterbangkan keluar dari Alice Springs ke Darwin, ibu kota Northern Territory. Ia diperkirakan akan menghadapi dakwaan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, para pemimpin komunitas dan keluarga korban telah menyerukan ketenangan, meminta agar proses berkabung dihormati dan kekerasan main hakim sendiri dihentikan. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya