Pertumbuhan Uang Primer 14 Persen, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Longgar
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Di tengah gejolak nilai tukar yang mewarnai pekan pertama Mei 2026, Bank Indonesia memastikan bahwa sistem keuangan dan perbankan domestik tidak mengalami kekeringan likuiditas yang justru dapat memperburuk keadaan. Strategi keempat dari tujuh langkah penguatan Rupiah yang direstui Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang agar tetap longgar dan mendukung aktivitas ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan uang primer tercatat berada di angka 14,1 persen, sebuah angka dua digit yang mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat di sistem keuangan Indonesia. Angka ini menjadi penanda bahwa meski Rupiah sedang menghadapi tekanan dari sisi eksternal, kondisi di dalam negeri masih terjaga dengan baik.
Dalam kerangka kebijakan moneter terpadu yang kini dijalankan BI, pengelolaan likuiditas domestik merupakan pilar ketiga yang berjalan berdampingan dengan kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar. Perry menjelaskan bahwa ketiga instrumen ini dijalankan bersamaan dan saling melengkapi, mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global.
Pentingnya menjaga likuiditas yang longgar berkaitan langsung dengan kebutuhan sektor riil dan perbankan. Jika likuiditas mengering, bank-bank akan kesulitan menyalurkan kredit, suku bunga pinjaman akan melonjak, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha akan terhambat. Kondisi ini justru akan memperlemah fundamental ekonomi yang selama ini menjadi fondasi kekuatan Rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia khususnya dalam menjaga kondisi likuiditas, seiring rencana pemberian stimulus tambahan ke perekonomian yang direncanakan mulai berjalan pada 1 Juni 2026 mendatang.
Dengan likuiditas yang terjaga, sektor keuangan Indonesia diharapkan tetap mampu berfungsi optimal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, bahkan di tengah tekanan eksternal yang sedang berlangsung. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
.png)