Maskapai AS, Spirit Airlines Resmi Hentikan Operasi Global dan Batalkan Seluruh Penerbangan
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Maskapai penerbangan bertarif rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, secara resmi menghentikan seluruh operasi globalnya mulai Sabtu (2/5/2026) pukul 03.00 dini hari waktu setempat, atau sekitar pukul 14.00 WIB. Langkah drastis ini diambil setelah upaya negosiasi penyelamatan dengan pemerintahan Trump gagal total, yang mengakibatkan seluruh penerbangan dibatalkan dan layanan pelanggan ditutup secara permanen.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di situs restrukturisasi perusahaan, Spirit Airlines menyatakan memulai penghentian operasional secara bertahap dengan segera. Manajemen maskapai bernyawa kuning ini menyampaikan pernyataan yang dirilis Sabtu (2/5/2026), “Dengan sangat menyesal, pada 2 Mei 2026, Spirit Airlines memulai penghentian operasional secara bertahap, berlaku segera. Kepada para tamu: semua penerbangan telah dibatalkan, dan layanan pelanggan tidak lagi tersedia.” Kebijakan ini mencakup seluruh penerbangan domestik maupun internasional, membuat ribuan penumpang terlantar di berbagai bandara.
Para pejabat perusahaan dengan jujur mengakui bahwa mereka tidak dapat membantu menjadwalkan ulang penerbangan dengan maskapai lain, meskipun akan secara otomatis memproses pengembalian dana untuk tiket yang dibeli langsung dengan kartu kredit atau debit. “Kami bangga dengan dampak dari model biaya super rendah kami pada industri selama 34 tahun terakhir dan berharap dapat melayani para tamu kami selama bertahun-tahun yang akan datang,” tambah pernyataan tersebut.
Presiden dan CEO Spirit Airlines, Dave Davis, mengungkapkan bahwa meskipun pada bulan Maret 2026 mereka telah mencapai kesepakatan dengan pemegang obligasi untuk rencana restrukturisasi, kenaikan harga bahan bakar yang tiba-tiba dan berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir membuat mereka tidak punya pilihan selain menghentikan aktivitas perusahaan. Dia mengakui bahwa mempertahankan bisnis membutuhkan ratusan juta dolar likuiditas tambahan yang tidak dimiliki Spirit dan tidak dapat diperoleh.
Kegagalan ini menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump, yang telah mengusulkan dana talangan sebesar 500 juta dolar AS untuk menyelamatkan perusahaan demi melindungi ribuan pekerjaan. Gedung Putih telah memberikan proposal final, namun ditolak oleh sekelompok kreditur utama yang keberatan karena usulan tersebut akan memberikan kendali mayoritas saham perusahaan kepada pemerintah. Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengakui telah berusaha membujuk maskapai lain seperti United Airlines, American Airlines, dan JetBlue untuk membeli Spirit Airlines tetapi tidak menemukan pembeli. Duffy bahkan menyatakan, “Jika tidak ada orang lain yang ingin membelinya, mengapa kita harus membelinya?” dan mengatakan seseorang tidak dapat menghidupkan kembali mayat.
Krisis ini dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran, yang telah memicu lonjakan harga minyak mentah global dan menyebabkan harga bahan bakar jet melonjak hampir dua kali lipat. Lonjakan harga ini praktis menggagalkan restrukturisasi hutang yang telah disepakati dengan kreditur pada Februari 2026, karena perang Iran meletus hanya tiga hari kemudian.
Penutupan Spirit Airlines menjadi likuidasi pertama maskapai sebesar itu dalam dua dekade terakhir di AS. Operator yang sebelumnya menguasai sekitar lima persen lalu lintas penerbangan AS ini akan menyebabkan hilangnya 17.000 pekerjaan secara instan. Sekitar 1,8 juta penumpang yang memegang tiket penerbangan Spirit sepanjang Mei 2026 kini terlantar. Maskapai pesaing seperti American Airlines, Frontier, JetBlue, dan Southwest telah menawarkan tarif penyelamatan untuk membantu para penumpang yang terkena dampak. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri