Lima Warga Sipil Luka dalam Penindakan Aparat di Tembagapura

Lima Warga Sipil Luka dalam Penindakan Aparat di Tembagapura

TEMBAGAPURA, LELEMUKU.COM – Lima warga sipil di Kampung Uyawin, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena tembakan dalam upaya penindakan yang dilakukan aparat keamanan pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 21.00 Waktu Indonesia Timur, sementara kelompok separatis TPNPB mengklaim lima orang tewas dan seorang balita luka.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, membenarkan adanya penindakan dan lima korban luka yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit SOS PT Freeport Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis. 

"Iya, ada penindakan dan lima orang luka-luka. Itu lokasi di Uyawin," ujar Firman saat dihubungi Salam Papua, Jumat (8/5/2026). 

Namun, ia belum dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar terkait adanya warga sipil yang meninggal dunia karena pasca kejadian semua masyarakat kocar-kacir ke hutan. 

"Untuk informasi adanya yang meninggal dunia itu masih abu-abu," tambahnya.

Hingga Jumat siang pukul 11.44 WIT, situasi di Kampung Uyawin dilaporkan masih mencekam, tetapi tidak lagi terdengar suara tembakan. Sejumlah anak-anak juga dilaporkan mengalami luka-luka, baik akibat diduga terkena tembakan maupun karena terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri ke hutan. 

"Ada yang luka akibat terkena tembakan, ada juga yang terjatuh saat berlari akibat panik. Ada anak-anak juga yang jadi korban luka," ujar seorang warga melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom dalam siaran persnya, Jumat (8/5/2026), menyatakan bahwa lima warga sipil tewas dan seorang balita luka-luka akibat operasi militer Indonesia di sepanjang Kali Kabur, Tembagapura, sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. 

TPNPB menyebut aparat militer melakukan penembakan brutal ke arah kamp-kamp pendulangan warga sipil di dua lokasi berbeda, yakni di Kampung Narangkea-Uyawin dan Kampung Uyawin-Winni Mile 69 area Kali Kabur dan mengeklaim insiden itu telah memicu gelombang pengungsian ribuan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih maupun Markas Besar Tentara Nasional Indonesia terkait operasi militer dan jatuhnya korban sipil di Kali Kabur, Tembagapura. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya