Ledakan di Abu Dhabi, Iran Klaim Rudal Hantam Kapal Perang AS

Ledakan di Abu Dhabi, Iran Klaim Rudal Hantam Kapal Perang AS

ABU DHABI, LELEMUKU.COM – Laporan dari beberapa kantor berita dan media sosial menyebutkan terjadi ledakan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, pada Jumat (8/5/2026) dini hari waktu setempat atau Jumat (8/5/2026) siang hari waktu Indonesia, di tengah eskalasi tajam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutu di kawasan Teluk.

Media pemerintah Iran, termasuk Fars News Agency dan Tasnim News Agency, melaporkan bahwa tiga kapal perusak rudal penjelajah Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal balasan Iran. Media yang afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan mengklaim bahwa Iran kini telah melancarkan serangan ke Abu Dhabi. Klaim-klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan Iran meluncurkan rudal ke "unit-unit musuh" di Selat Hormuz sebagai pembalasan atas dugaan serangan Amerika Serikat terhadap sebuah kapal tanker minyak Iran. Kantor berita IRIB, mengutip seorang pejabat militer Iran, menyatakan bahwa unit-unit musuh mengalami kerusakan dan meninggalkan wilayah tersebut. Sejauh ini, militer AS belum mengonfirmasi adanya serangan rudal yang berhasil mengenai kapal perangnya.

Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, media yang terkait dengan IRGC mengeluarkan pernyataan bahwa serangan terhadap Abu Dhabi telah dimulai. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Uni Emirat Arab maupun militer AS mengenai laporan ledakan atau aktivitas pertahanan udara di Abu Dhabi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Pada saat yang sama, harga komoditas global menunjukkan volatilitas ekstrem. Harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sejak 20 April di angka 4.775,20 dolar AS per ons. Harga minyak mentah Brent terpantau di kisaran 102,70 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di 97,60 dolar AS per barel. Pasar keuangan global merespons ketegangan ini dengan peningkatan volume transaksi opsi dan posisi lindung nilai.(Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya