Iran Lancarkan 15 Rudal dan 4 Drone ke Uni Emirat Arab, Tiga Orang Alami Luka Ringan

Iran Lancarkan 15 Rudal dan 4 Drone ke Uni Emirat Arab, Tiga Orang Alami Luka Ringan

ABU DHABI, LELEMUKU.COM – Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab berhasil mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan Iran pada Senin (4/5/2026). Serangan itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka sedang.

Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa proyektil tersebut diluncurkan dari Iran dan menjadi bagian dari gelombang serangan terbaru yang memicu kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah serta mengganggu penerbangan sipil di seluruh negeri. 

Sejak serangan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, sistem pertahanan udara UEA telah menghadapi total 549 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.260 drone. 

Jumlah korban luka telah mencapai 227 orang dari berbagai negara, termasuk Mesir, Sudan, Ethiopia, Filipina, Pakistan, Iran, India, Bangladesh, Sri Lanka, Yaman, Uganda, Eritrea, Lebanon, Afghanistan, Bahrain, Komoro, Turki, Irak, Nepal, Nigeria, Oman, Yordania, Palestina, Ghana, Indonesia, Swedia, Tunisia, Maroko dan Rusia. 

Selain itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia termasuk seorang warga sipil Maroko yang bekerja di bawah kontrak dengan angkatan bersenjata, sementara jumlah total korban jiwa sipil mencapai 10 orang dari warga negara Pakistan, Nepal, Bangladesh, Palestina, India, dan Mesir.

Sebelumnya diberitakan, serangan hari Senin juga melibatkan drone yang meledakkan Zona Industri Minyak Fujairah (FOIZ), menyebabkan kebakaran hebat tetapi berhasil dipadamkan. 

Tiga warga India dilaporkan menderita luka sedang dan telah dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, pesawat nirawak Iran menargetkan kapal tanker MV Barakah milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi yang melintasi Selat Hormuz, serta gedung hunian karyawan perusahaan di Bukha, Oman, yang melukai dua pekerja ekspatriat dan merusak empat kendaraan.

Kementerian Pertahanan UEA menegaskan kesiapan penuh negaranya untuk menghadapi segala ancaman dan akan merespons dengan tegas setiap upaya yang mengganggu keamanan negara.

“Kami menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata UEA tetap sepenuhnya siap untuk menangkal segala ancaman lebih lanjut, dan semua tindakan yang diperlukan akan diambil untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan infrastruktur kritis,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA. 

Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa Selat Hormuz “tidak akan kembali ke status sebelum perang,” sementara Amerika Serikat mengerahkan kapal perusak rudal penjelajah untuk mendukung “Proyek Kebebasan” – misi mengawal kapal dagang yang terjebak akibat blokade Iran. 

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku pada 8 April lalu resmi berakhir setelah Iran melancarkan serangan terbaru ini. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya