Iran Konfirmasi Gencatan Senjata Berakhir, Rudal Balasan Hantam Kapal Perang AS di Hormuz

Iran Konfirmasi Gencatan Senjata Berakhir, Rudal Balasan Hantam Kapal Perang AS di Hormuz

TEHERAN, LELEMUKU.COM – Komando Militer Pusat Hazrat Khatam al-Anbiya Iran secara resmi mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah berakhir pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat, setelah Washington melakukan serangan terhadap dua kapal Iran di Selat Hormuz dan menggempur sejumlah wilayah sipil di Bandar Abbas, Sirik, dan Pulau Qeshm.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran, juru bicara komando pusat militer Iran, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari, menuduh pasukan AS melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April 2026. "Tentara Amerika yang agresif, teroris, dan bandit, dengan melanggar gencatan senjata, menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pantai Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki selat di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab. Secara bersamaan, mereka mengebom area sipil di pesisir Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm dengan kerja sama beberapa negara regional," tegas Zolfaghari.

Sebagaimana dikutip media semi-resmi Tasnim, Zolfaghari menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran segera melakukan tindakan balasan dengan menyerang kapal-kapal perang Amerika Serikat di timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal musuh. "Amerika yang kriminal dan agresif serta negara-negara pendukungnya harus tahu, Republik Islam Iran akan merespons secara tegas setiap agresi," imbuh Zolfaghari.

Pernyataan Iran ini sekaligus mengonfirmasi gugurnya upaya mediasi Pakistan yang sebelumnya menjaga status gencatan senjata selama 30 hari, di tengah klaim kontradiktif kedua belah pihak. Sementara itu, militer AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, namun bersikeras bahwa serangan itu "tidak berarti dimulainya kembali perang atau berakhirnya gencatan senjata 7 April."

Seorang pejabat senior AS yang berbicara kepada Fox News mengakui bahwa pasukan Amerika menghantam pelabuhan Qeshm Iran dan Bandar Abbas, tetapi menegaskan bahwa serangan itu tidak memenuhi syarat sebagai dimulainya kembali perang secara formal. Pejabat tersebut juga mengonfirmasi bahwa Arab Saudi dan Kuwait sempat menarik izin penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka untuk operasi Proyek Kebebasan, namun keputusan itu kemudian dibatalkan.

Ketegangan semakin memuncak setelah dilaporkan adanya ledakan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, pada Jumat (8/5/2026) dini hari waktu setempat. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim bahwa Iran telah melancarkan serangan ke Abu Dhabi sebagai bagian dari gelombang balasan. Hingga berita ini diturunkan, klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen karena minimnya konfirmasi dari sumber resmi UEA maupun militer AS.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Sirik di sepanjang Selat Hormuz, menurut media yang terafiliasi dengan negara Iran. Kantor berita Fars melaporkan bahwa warga Bandar Abbas mendengar beberapa suara ledakan di dekat kota pelabuhan selatan tersebut. Bagian dari dermaga Bahman Qeshm, sebuah pelabuhan komersial dan penumpang di sisi timur Pulau Qeshm dekat pintu masuk Selat Hormuz, dilaporkan terkena dalam baku tembak tersebut. Stasiun televisi pemerintah Iran (IRIB) juga mengonfirmasi mendengar suara ledakan di area tersebut.

Konflik yang pecah kembali ini dipicu oleh upaya Amerika Serikat dan sekutunya untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui misi Proyek Kebebasan yang dicanangkan Presiden Donald Trump. Sejak konflik meletus pada 28 Februari lalu, Iran menutup selat strategis yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dunia itu sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Iran memberlakukan rezim maritim baru yang mewajibkan semua kapal mendapatkan izin sebelum melintas, dan memperingatkan bahwa pasukan asing bersenjata yang berusaha mendekati dan memasuki selat akan diserang. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya