Hendro Prasetyo, Aktivis SMART 171 yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Hendro Prasetyo, Aktivis SMART 171 yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Hendro Prasetyo, aktivis kemanusiaan dari lembaga SMART 171 yang tergabung dalam aliansi Global Peace Convoy Indonesia, menjadi salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan pembebasan seluruh relawan termasuk Hendro pada Senin (19/5/2026) dan saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Hendro Prasetyo merupakan bagian dari SMART 171, sebuah lembaga swadaya kemanusiaan di Indonesia yang berfokus pada kepedulian terhadap isu Palestina. Dalam misi Global Sumut Flotilla 2.0, ia bertindak sebagai delegasi resmi penyerahan bantuan logistik, obat-obatan, dan kebutuhan pokok bagi warga sipil di Jalur Gaza.

Hendro bertolak dari Turki menggunakan Kapal Kasr-1 atau Ksar-i Sadabad dalam gugus konvoi kemanusiaan dunia menembus blokade Gaza. Di atas kapal ini, ia bertugas mendampingi Asad Aras Muhammad yang merupakan delegasi dari Spirit of Aqsa.

Pada Selasa sore, 19 Mei 2026, Kapal Kasr-1 dikepung dan diambil alih secara paksa oleh militer Israel di wilayah perairan internasional, sekitar seratus mil laut dari pantai Gaza. Seluruh alat komunikasi milik Hendro dan kru disita, memicu status hilang kontak seketika.

Menolak tunduk pada sensor militer, video darurat pra-rekaman milik Hendro langsung dirilis oleh Global Peace Convoy Indonesia ke publik setelah komunikasi terputus. Dalam rekaman tersebut, ia menegaskan identitas kemanusiaannya dan menyatakan bahwa jika video itu beredar, ia telah diculik secara ilegal oleh tentara Israel di laut lepas.

Berdasarkan data pembaruan resmi per Kamis malam, 21 Mei 2026, Hendro Prasetyo beserta delapan WNI lainnya dinyatakan telah resmi dibebaskan dari pusat penahanan militer Israel. Pihak Global Peace Convoy Indonesia dan SMART 171 mengonfirmasi bahwa Hendro dalam kondisi sehat dan selamat. Seluruh delegasi Indonesia yang dibebaskan langsung dideportasi keluar dari wilayah Israel dan diterbangkan menuju Istanbul, Turki.

Saat ini, Hendro dan rombongan berada di bawah perlindungan perwakilan diplomatik Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia Ankara di Turki guna pengurusan dokumen penerbangan kembali ke tanah air.

Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang mengecam keras tindakan militer Israel dan berkoordinasi dengan jaringan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, Roma, Amman, dan Kantor Jasa Konsuler Republik Indonesia di Istanbul. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Turki yang aktif memfasilitasi proses pemulangan.

Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama ditahan, dan menilai hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan selamat.

Kesembilan WNI yang ditangkap adalah Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo dari Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono jurnalis Republika dari Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah jurnalis Republika dari Kapal Ozgurluk, Rahendro Herubowo jurnalis iNews TV dari Kapal Ozgurluk, Andi Angga Prasadewa aktivis kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat dari Kapal Josef, Herman Budianto Sudarsono dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari GPCI Spirit of Aqso Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo dari GPCI SMART 171 Kapal Kasr-1. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya