Enam Ledakan di Qeshm dan Bandar Abbas, Iran Tembak Rudal ke Kapal Perang AS

Enam Ledakan di Qeshm dan Bandar Abbas, Iran Tembak Rudal ke Kapal Perang AS

TEHERAN, LELEMUKU.COM – Ketegangan di Selat Hormuz memuncak pada Kamis (7/5/2026) malam setelah Iran mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh dua pesawat tanpa awak yang tidak dikenal di Bandar Abbas dan melaporkan enam kali suara ledakan di Pelabuhan Bahman, Pulau Qeshm, sementara Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan rudal anti-kapal ke kapal perang Amerika Serikat yang diduga berusaha menyita sebuah kapal tanker minyak Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum mengonfirmasi insiden tanker tersebut.

Kantor berita Mizan, mengutip sumber, melaporkan bahwa ledakan yang terdengar di Pulau Qeshm disebabkan oleh pertahanan udara yang menjatuhkan beberapa drone kecil. Media Tasnim juga melaporkan bahwa dua drone berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara di Bandar Abbas. Sementara itu, media pemerintah Iran, IRIB, mengonfirmasi bahwa IRGC menembakkan rudal anti-kapal ke kapal perang AS sebagai respons atas upaya penyitaan kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz.

Ketua komite keamanan parlemen Iran, Ibrahim Azizi, dalam pernyataannya yang diposting dalam bahasa Inggris sesaat setelah insiden, menyampaikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat. "Hormati rezim maritim baru Iran," ujar Azizi, merujuk pada sistem perizinan baru yang mewajibkan semua kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk mendapatkan izin melalui email dari otoritas Iran.

Sebelumnya, Pusat Komando Gabungan Iran telah memperingatkan bahwa pasukan asing bersenjata, terutama tentara Amerika Serikat, akan diserang jika mencoba mendekati dan memasuki Selat Hormuz. Peringatan itu dikeluarkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan misi "Proyek Kebebasan" untuk mengawal kapal dagang yang terjebak akibat blokade Iran.

"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan asing bersenjata, terutama tentara Amerika yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz," demikian pernyataan Komando Gabungan Iran.

Insiden pada Kamis malam terjadi hanya beberapa jam setelah upaya diplomasi untuk mencapai kesepakatan damai masih berada di atas meja perundingan. Eskalasi cepat ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 8 April lalu melalui mediasi Pakistan. 

Hingga berita ini diturunkan, CENTCOM belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Iran mengenai rudal anti-kapal maupun insiden penyitaan kapal tanker. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya